MacBook Pro M5 Pro 14 Inci: Laptop yang Bikin Editor Bestindotech Merinding

MacBook Pro M5 Pro 14 Inci: Laptop yang Bikin Editor Bestindotech Merinding

Highlight

Bestindotech
  • Render video 10 menit di Premiere Pro selesai dalam 10 menit 17 detik di M5 Pro, dibanding 17 menit 27 detik di M1 Pro.
  • Skor GPU di benchmark naik 430% dibanding M1 Pro, bahkan melampaui M4 Max di beberapa sektor.
  • Cyberpunk 2077 di resolusi 4K dengan ray tracing aktif masih bertahan di kisaran 50-60fps, terbukti capable juga untuk gaming.

Beli Produk

Ada laptop yang spesifikasinya menarik di atas kertas, dan ada yang benar-benar mengubah cara kerja begitu dipegang langsung. MacBook Pro M5 Pro dengan layar 14 inci dan opsi Nano Texture masuk kategori kedua, sampai-sampai langsung membuat tim editor Bestindotech antusias begitu unit ini dibuka dari kotaknya.

Laptop ini bukan yang tertinggi di lini MacBook Pro terbaru, karena masih ada varian Ultimate yang lebih tinggi lagi. Tapi dari pengalaman pemakaian langsung, mulai dari benchmark, rendering di Premiere Pro, hingga gaming, ada banyak hal yang membuat laptop ini terasa seperti lompatan besar, terutama bagi yang sudah lama memakai MacBook generasi lama.

Spesifikasi yang Membawa Nama Baru di Susunan Core

Spesifikasi chip Apple M5 Pro pada MacBook Pro 14 inci

Unit yang diuji menggunakan chip Apple M5 Pro dengan 18-core CPU, terdiri dari 6 SuperCore dan 12 Performance Core, GPU 20-core, Neural Engine 16-core, dan memory bandwidth 307GB per detik. Chip wireless menggunakan Apple N1 yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth 6. RAM yang digunakan 48GB dengan storage SSD 2TB.

Layarnya 14,2 inci Liquid Retina XDR dengan refresh rate 120Hz, kecerahan 1.000 nits HBM dan 1.600 nits peak, menggunakan opsi Nano Texture. Baterai 72,4 Wh dengan kecepatan pengisian 96W via MagSafe 3. Port yang tersedia: tiga Thunderbolt 5, slot SDXC card, port HDMI, jack headphone 3,5mm, dan MagSafe 3 yang mendukung hingga tiga layar eksternal dengan resolusi 6K 60Hz atau 4K 144Hz. Keyboard menggunakan Magic Keyboard dengan Touch ID dan trackpad Force Touch. Kamera 12MP dengan Center Stage dan dukungan Desk View, plus enam speaker high-fidelity dengan force-cancelling woofer.

Satu istilah baru yang muncul di chip ini adalah SuperCore, yang baru hadir di M5 Pro dan M5 Max. SuperCore difokuskan untuk memaksimalkan performa, sementara Performance Core lebih ke efisiensi dibanding performa murni. Efficiency Core sendiri masih ada, hanya saja kini berada di chip M5 reguler, bukan di lini Pro. Semua chip Apple Silicon ini, dari M1 hingga M5, tetap menggunakan basis arsitektur ARM yang sama dengan smartphone, memberikan efisiensi daya yang maksimal dibanding arsitektur x86.

Lompatan Performa yang Bahkan Lewati M4 Max

Perbandingan skor Geekbench 6 MacBook Pro M5 Pro dengan generasi sebelumnya

Benchmark Geekbench 6 mencatat skor multi-core hingga 29.000, naik 151% dibanding M1 Pro. Cinebench R23 mencatat skor 30.000 poin, naik 147%. Yang paling mencolok ada di GPU: skor 52.000 poin, naik 430% dibanding M1 Pro. Untuk kecepatan SSD via Blackmagic Disk Speed Test, write mencapai 18.000 MB per detik dan read di 10.000 MB per detik.

Dari hasil benchmark ini, MacBook Pro M5 Pro mengungguli hampir semua perangkat Mac yang dipakai di studio Bestindotech, termasuk beberapa sektor yang melampaui M4 Max, chip tertinggi yang sebelumnya jadi andalan di studio.

Editing Berat di Premiere Pro Bersama Haris

Hasil rendering test 4K 10 menit di Premiere Pro pada MacBook Pro M5 Pro

Untuk menguji kemampuan editing sesungguhnya, sesi rendering dilakukan bersama Haris, dari tim production Bestindotech yang juga turun tangan langsung untuk urusan editing, biasa bekerja dengan Final Cut Pro dan Premiere. Pengujian dilakukan di Premiere karena file project yang dipakai di sana memang paling berat: timeline multi-layer dengan footage 4K 60fps, tiga layer, dan banyak motion asset, mirip kompleksitas video Battle Royale yang biasa diproduksi tim.

Di MacBook Pro M1 Pro dengan RAM 16GB dan storage 1TB, preview di resolusi full sering patah, gambar membeku sementara audio tetap berjalan, sehingga Haris harus menurunkan resolusi preview ke 1/2 atau 1/4 demi kelancaran editing. Di MacBook Pro M5 Pro, preview di resolusi full masih lancar meski ada bagian timeline yang ditandai merah, dengan sesekali frame drop ringan yang bisa diatasi dengan pause dan play ulang.

Untuk hasil rendering: video lima menit di M5 Pro selesai dalam 3 menit 49 detik, sementara M1 Pro butuh 5 menit 59 detik. Untuk video sepuluh menit, M5 Pro selesai dalam 10 menit 17 detik, sementara M1 Pro butuh 17 menit 27 detik. Hasil ini tentu bergantung pada kompleksitas proyek, footage yang dipakai, dan resolusi sumber seperti 8K atau 10-bit yang bisa memberikan hasil berbeda.

Tidak Cuma untuk Kerja, Cyberpunk 2077 Juga Lancar

Gameplay Cyberpunk 2077 di MacBook Pro M5 Pro dengan indikator FPS

Di luar produktivitas, MacBook Pro M5 Pro juga diuji untuk gaming dengan Cyberpunk 2077. Di setting Medium dengan resolusi 1800×1125, frame rate mencapai 144fps, hasil yang terasa sangat smooth untuk setting yang tergolong ringan ini. Saat resolusi dinaikkan ke full 4K menyesuaikan layar laptop di 3024×1890 dengan setting yang sama, frame rate masih bertahan di kisaran 55fps, turun ke 46-48fps di momen aksi yang lebih berat.

Saat ray tracing diaktifkan, frame rate sempat turun ke kisaran 50-60fps dengan resolusi yang diturunkan kembali ke 1800, tapi pengalaman bermain masih terasa smooth dan menyenangkan. M5 Pro memang sudah mendukung ray tracing secara hardware, jadi laptop ini terbukti capable tidak hanya untuk rendering, tapi juga gaming berat. Satu hal yang baru terdengar selama pemakaian: suara kipas yang cukup kencang saat gaming intensif, sesuatu yang jarang terjadi saat dipakai untuk editing biasa, tapi ini wajar mengingat beban kerja GPU yang lebih tinggi, sama seperti laptop Windows pada umumnya.

Ukuran 14 Inci yang Pas untuk Dibawa Kemana-mana

Perbandingan kualitas layar HDR MacBook Pro M5 Pro dengan MacBook Air M2

MacBook Pro M5 Pro tersedia dalam dua ukuran: 14 dan 16 inci. Dari pengalaman memegang varian 16 inci milik Siddiq yang menggunakan M1 Max, ukurannya terasa agak besar untuk dibawa traveling dibanding 14 inci yang dipakai dalam pengujian ini. Ukuran 14 inci ini terasa pas, dan kalau perlu layar tambahan, masih bisa dihubungkan hingga tiga layar eksternal lewat port Thunderbolt.

Layar dengan opsi Nano Texture memberikan efek anti-reflektif yang terasa nyata saat dipakai di kondisi semi-outdoor atau ruangan dengan banyak cahaya, pantulan cahaya tidak terlalu mengganggu. Dibanding MacBook Air yang menggunakan Retina Display non-mini LED, perbedaan warna terasa jelas dari sisi ke sisi, atas ke bawah, meski dari sisi kecerahan dasar tidak terlalu jauh berbeda kecuali untuk konten HDR yang bisa mencapai 1.600 nits. Untuk pemakaian semi-outdoor, kecerahan 1.000 nits sudah lebih dari cukup.

ProMotion Display dengan refresh rate hingga 120Hz bisa otomatis menyesuaikan berdasarkan konten yang dikonsumsi, turun ke 60Hz untuk video atau naik ke 120Hz saat editing atau gaming. Untuk pemakaian harian seperti editing dan menulis skrip, efek dari refresh rate tinggi ini belum terlalu terasa dibanding kualitas warna yang memang jauh lebih baik dan kontras yang lebih akurat.

Dari sisi desain, ukuran 14,2 inci membuat bodinya terasa compact untuk laptop kelas profesional, bisa dimasukkan ke tote bag tanpa terasa berat. Bobotnya 1.607 gram atau 1,6 kg, sedikit lebih berat dibanding MacBook Air 15 inci yang sekitar 1,4-1,5 kg, tapi tetap nyaman dibawa dengan satu tangan dan portabilitasnya terasa setara dengan MacBook Air.

Pertimbangan Antara M5 Pro dan M4 Max

Perbandingan harga MacBook Pro 14 inci M4 Max dan M5 Pro di iBox

Setelah pengujian menyeluruh bersama Haris untuk perbandingan performa dengan perangkat Mac lain di studio, MacBook Pro M5 Pro terasa seperti laptop yang sangat menarik untuk produktivitas harian, dengan performa yang melampaui M4 Max, perangkat tercepat yang sebelumnya ada di studio, dan setara dengan beberapa konfigurasi M5 Max lainnya.

Untuk video editor, content creator, atau developer AI yang membutuhkan performa cepat, laptop ini layak dipertimbangkan, terutama bagi yang tidak membutuhkan aplikasi khusus Windows. Satu pertimbangan yang masih mengganjal adalah pilihan antara M5 Pro dan M4 Max, karena dari hasil rendering, perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga harga menjadi faktor penentu. Tapi untuk jangka panjang, M5 series punya keunggulan di kecepatan AI processing yang lebih baik, sesuatu yang mungkin lebih relevan untuk kebutuhan ke depan.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!