Xiaomi 17T vs VIVO V70 vs Samsung Galaxy S25 FE: Tiga Pilihan Terpanas di Kelas 9 Jutaan

Xiaomi 17T vs VIVO V70 vs Samsung Galaxy S25 FE: Tiga Pilihan Terpanas di Kelas 9 Jutaan

Highlight

Bestindotech
  • Xiaomi 17T paling adem di 41-43 derajat saat gaming berat, sementara VIVO V70 bisa tembus 47 derajat di layar.
  • Samsung Galaxy S25 FE justru paling cepat render video 4K30fps di 22 detik, meski pakai chipset Exynos 2400 yang lebih lama.
  • RAM Samsung Galaxy S25 FE tetap 8GB di semua varian storage, bahkan yang 512GB pun tidak ada opsi RAM yang lebih besar.

Beli Produk

Kelas HP 9 jutaan di Indonesia sedang ramai, dan pemicu utamanya adalah Xiaomi 17T. Setelah polling singkat menunjukkan banyak yang ingin melihat battle lebih dari dua HP sekaligus, tiga nama ini diadu langsung: Xiaomi 17T, VIVO V70, dan Samsung Galaxy S25 FE. Ketiganya berada di kelas harga yang serupa dengan keunggulan masing-masing, Xiaomi dan VIVO unggul di kamera, sementara Galaxy S25 FE lebih ke arah balance di semua sektor.

Pengujian dilakukan secara lengkap mulai dari performa, layar, kamera, desain, hingga software, dengan harga yang dicatat per 10 Juni 2026. Berikut hasilnya.

Spesifikasi dan Harga Ketiganya Saat Ini

Xiaomi 17T menggunakan Dimensity 8500 Ultra dengan layar 6,59 inci AMOLED 120Hz, peak brightness 3.500 nits, dilindungi Corning Gorilla Glass 7i. Kamera belakangnya tiga lensa berkolaborasi dengan Leica: main cam 50MP, periscope telephoto baru 5x optical zoom 50MP, dan ultrawide 12MP, dengan selfie 32MP. Baterainya 6.500 mAh dengan charging 67W, menjalankan HyperOS 3 out of the box. Harga saat first sale di Rp8,7 juta, dengan SRP Rp8.999.000.

VIVO V70 menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 dengan layar 6,9 inci AMOLED 120Hz, peak brightness 5.000 nits, dilindungi Schott Sensation Core. Kamera berkolaborasi dengan Zeiss: main cam 50MP, periscope telephoto 3x optical zoom 50MP, dan ultrawide 8MP, dengan selfie 50MP. Baterainya juga 6.500 mAh tapi dengan charging 90W, menjalankan OriginOS 6 out of the box. Harganya saat ini sekitar Rp8.999.000.

Samsung Galaxy S25 FE menggunakan Exynos 2400 dengan layar 6,7 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X 120Hz, peak brightness 1.900 nits, dilindungi Corning Gorilla Glass Victus Plus. Kamera belakangnya main cam 50MP, telephoto 3x optical zoom 8MP, ultrawide 12MP, dengan selfie 12MP. Baterainya paling kecil di 4.900 mAh dengan cable charging 45W dan wireless charging 15W, sudah update ke One UI 8.5. Harganya mulai dari Rp9,5 juta.

Xiaomi Unggul di Benchmark, Samsung Mengejutkan di Pemakaian Harian

Perbandingan hasil AnTuTu Benchmark dari ketiga HP

Ketiganya menggunakan fabrikasi chipset 4nm, tapi Samsung terasa tertinggal karena Exynos 2400 sebenarnya adalah chipset yang dipakai di Galaxy S24 tahun 2024, berbeda dari Xiaomi dan VIVO yang memakai chipset baru dari masing-masing manufaktur. Di Antutu 11, Xiaomi menembus 2 juta poin, disusul Samsung lalu VIVO. Geekbench 6 menunjukkan pola yang sama dengan Xiaomi di angka 6.200-an poin. Untuk stabilitas performa lewat 3DMark Wild Life Stress Test, Xiaomi juga mendominasi di atas 90% dengan skor tertinggi.

Plot twist muncul di storage speed: Samsung justru paling ngebut di read dan write speed, meski memakai UFS 4.0 yang sebenarnya lebih lama dibanding UFS 4.1 milik Xiaomi dan VIVO. Saat diuji booting test, Samsung masuk duluan ke lock screen, disusul Xiaomi dan VIVO. Untuk speed test aplikasi, hasilnya bervariasi: Xiaomi mendominasi di game, e-commerce, dan beberapa aplikasi AI, tapi Samsung lebih cepat di Instagram, TikTok, Traveloka, dan justru paling cepat masuk ke lobby game Mobile Legends serta Wuthering Waves.

Untuk render video, ketiganya punya opsi berbeda. Samsung paling lengkap dengan opsi 4K60 plus pilihan SDR atau HDR. Xiaomi bisa 4K60fps tapi HDR-nya tidak muncul. VIVO justru mentok di 4K30fps, harus turun ke 1080p untuk dapat 60fps. Hasil render video 4K30fps tercepat justru dimenangkan Samsung dalam 22 detik, disusul Xiaomi dan VIVO.

Gaming Lancar di Ketiganya, tapi Suhu Jadi Pembeda

Perbandingan hasil frame rate Mobile Legends dari ketiga HP

Di Mobile Legends, Xiaomi bisa membuka setting frame rate Ultra dengan rata-rata 118fps, sementara Samsung dan VIVO mentok di setting Super dengan rata-rata 80-an fps. Di Wuthering Waves setting High 60, Xiaomi paling stabil di rata-rata 48fps, sementara Samsung dan VIVO tetap bisa maintain frame rate yang serupa tanpa lag berarti. Untuk emulator PS3 dengan game Dead Space di resolusi 720p, Samsung dan Xiaomi punya rata-rata frame rate yang sama di 26fps.

Soal suhu, saat menjalankan Wuthering Waves, VIVO mencapai 47 derajat di layar dan hampir 45 derajat di bodi belakang, cukup panas. Samsung juga panas di 44 derajat. Xiaomi justru paling adem di kisaran 41 hingga 43 derajat. Kombinasi performa kuat dan suhu yang terjaga ini menunjukkan Xiaomi berhasil meracik form factor yang lebih compact tanpa mengorbankan performa atau thermal.

Konsumsi Baterai Bervariasi Tergantung Jenis Pemakaian

Perbandingan konsumsi baterai ketiga HP selama 30 menit gaming

Saat bermain Mobile Legends dan Wuthering Waves selama setengah jam, Xiaomi dan VIVO sama-sama kehilangan 9% baterai, sementara Samsung paling boros di 12%, dipengaruhi kapasitas baterainya yang lebih kecil dan suhu yang lebih panas. Tapi hasilnya berbeda saat menonton Netflix selama satu jam: Samsung justru paling awet dengan konsumsi hanya 6%, berkat panel Dynamic LTPO AMOLED 2X yang lebih efisien daya.

Berdasarkan data GSM Arena untuk penggunaan harian, Xiaomi paling awet dengan total 17 jam, sementara Samsung paling rendah di 12 jam. Dalam pengujian pemakaian harian secara langsung, Samsung Galaxy S25 FE mencatat screen on time hampir 6 jam, dengan baterai sudah turun di bawah 20% pada jam 6 sore, sehingga perlu diisi ulang untuk melanjutkan pemakaian malam.

Untuk kecepatan pengisian, VIVO paling unggul dengan waktu 52 menit menggunakan charger bawaan 90W. Xiaomi dan Samsung membutuhkan lebih dari satu jam. Samsung punya keunggulan di wireless charging yang tidak dimiliki Xiaomi maupun VIVO.

Kamera dengan Tiga Karakter Warna yang Berbeda

Xiaomi 17T menawarkan periscope 5x optical zoom yang sama dengan yang dipakai di Xiaomi 17T Pro, lengkap dengan color filter khas Leica. VIVO menggandeng Zeiss untuk filter-filter kameranya. Samsung tidak punya kolaborasi khusus untuk kameranya.

Di foto dengan 2x digital zoom, Xiaomi dan VIVO sama-sama terasa cinematic, dengan Xiaomi menampilkan kontras dalam dan tone kuning kehijauan lewat Leica Authentic, sementara VIVO lebih detail dengan tone keunguan lewat filter Zeiss. Untuk makro, VIVO paling pas menangkap detail objek kecil. Di mode vibrant atau vivid pada kamera utama, VIVO mendapat hasil paling menarik secara visual, sementara untuk foto dengan warna kompleks, Samsung memberikan hasil paling natural tanpa over-saturasi seperti VIVO atau Xiaomi.

Di kondisi low light, VIVO paling baik meredam pencahayaan berlebih dan menangkap warna yang akurat. Di zoom 3x dari lensa telephoto, Xiaomi yang menggunakan digital zoom justru bisa menyeimbangkan detail dengan optical zoom milik VIVO dan Samsung, berkat teknologi pixel binning dari sensor 50MP-nya, meski Samsung tetap paling tepat soal white balance. Di zoom 5x, Xiaomi mendominasi detail meski warna VIVO lebih menarik secara visual dan tone natural ada di Samsung. Di zoom 10x, Xiaomi tetap konsisten menangkap detail, VIVO mengandalkan bantuan AI untuk mendorong detail, sementara Samsung mulai kewalahan.

Untuk portrait, di kondisi outdoor VIVO lebih menarik dengan vibrance yang dipush dan bokeh yang rapi, sementara di indoor dengan kondisi remang, Xiaomi yang lebih unggul. Untuk ultrawide, Samsung punya jangkauan paling lebar di focal length 13mm. Di kamera selfie, VIVO menjangkau area paling luas di 20mm, cocok untuk foto grup, meski skin tone-nya terasa over-saturasi, sementara Xiaomi lebih menarik dengan kontras yang lebih pas.

Untuk video, resolusi maksimal masing-masing berbeda: Xiaomi mentok di 4K30 untuk ultrawide, VIVO dan Samsung bisa 4K60. VIVO punya keterbatasan tambahan: tidak bisa berpindah ke kamera belakang tanpa menghentikan rekaman terlebih dahulu, berbeda dari Xiaomi dan Samsung yang bisa langsung switch. Soal zoom maksimal saat resolusi dimaksimalkan di 4K60, Xiaomi mentok di 6x, VIVO bisa sampai 15x, dan Samsung di 10x. Samsung bahkan punya opsi 8K30, meski platform pengujian tidak mendukung delivery di resolusi tersebut.

Layar Xiaomi Paling Memikat, Bezel VIVO Paling Tipis

Perbandingan ukuran layar dari ketiga HP

Tahun ini, Xiaomi dan VIVO sama-sama mengecilkan ukuran layar mereka ke 6,59 inci, lebih compact dari sebelumnya, sementara Samsung tetap di ukuran yang lebih besar, 6,7 inci. Saat memutar video HDR di YouTube dengan setting default, Xiaomi paling memikat dengan warna yang kaya, berkat panel AMOLED yang mendukung hingga 68 miliar warna. VIVO memberikan kontras dan vibrance yang dipush dari sisi software, terlihat menarik untuk konten yang penuh warna.

Untuk kecerahan outdoor, Xiaomi paling terang, disusul Samsung. Tapi dalam pengujian, Samsung sering menurunkan brightness secara otomatis saat HP mulai panas di kondisi outdoor, kalah dari Xiaomi dan VIVO yang lebih konsisten. Xiaomi juga satu-satunya yang mendukung Dolby Vision untuk streaming film seperti di Netflix, sementara dua lainnya mentok di HDR10. Soal desain bezel, Samsung punya bezel yang tidak simetris di bagian dagu, sementara VIVO punya bezel paling tipis dan terasa seperti flagship dari seri X-nya.

Untuk audio, Samsung memberikan output paling enak didengar dengan keseimbangan bass dan vokal yang baik. Xiaomi lebih dominan di vokal dengan bass yang agak tertutup, sementara VIVO terasa kurang power di vokal dan bass, bahkan di volume 80% masih kalah keras dari dua lainnya.

Material Body Samsung Paling Premium, VIVO Paling Nyaman Digenggam

Perbandingan bobot ketiga HP di atas timbangan

Dari material body, Samsung memimpin dengan kombinasi kaca dan aluminium penuh, dilindungi Gorilla Glass Victus Plus yang sama dengan kaca layarnya. VIVO menggunakan frame aluminium dengan back fiberglass, sementara Xiaomi terasa paling standar dengan frame plastik dan back fiberglass. Dari bobot, VIVO paling ringan, sementara Xiaomi justru jadi lebih berat dibanding Xiaomi 15T meski ukurannya mengecil, karena harus menampung lensa periskop tambahan.

Dari sisi desain, Xiaomi terasa paling menarik secara visual dengan frame kamera yang tegas dan lensa periskop yang terlihat seperti flagship. Tapi untuk kenyamanan genggaman harian, VIVO yang paling nyaman berkat bobotnya yang ringan dan feel di telapak tangan yang terasa mewah.

Jaminan Update Software dan Pendekatan AI yang Berbeda

Perbandingan tampilan software dan jaminan update ketiga HP

Untuk jaminan update, Samsung paling unggul dengan 7 tahun OS update dan security patch hingga 2032, mencapai Android 22. Xiaomi mendapat 5 tahun OS update dan 6 tahun security patch, sementara VIVO mendapat 4 tahun OS update dan 6 tahun security patch.

Dari sisi pengalaman software, HyperOS 3 di Xiaomi terasa fun secara visual dengan fitur AI Dynamic Wallpaper yang mengubah wallpaper statis jadi bergerak, plus animasi yang lebih smooth. Integrasi dengan device Apple lewat Xiaomi Interconnectivity sudah berjalan, meski masih perlu fine tuning agar lebih seamless. OriginOS 6 di VIVO juga punya fitur visual unik seperti flip clock, dengan integrasi ke device Apple lewat Office Kit yang terasa lebih matang dibanding milik Xiaomi.

One UI 8.5 di Samsung kini penuh dengan fitur AI, mulai dari pilihan model AI Google Gemini sebagai LLM multimodal, Perplexity untuk AI search engine, hingga Bixby yang berperan sebagai AI virtual assistant. Hampir semua fitur AI terbaru dari flagship Samsung bisa diakses di sini, termasuk Photo Assist dan Samsung DeX, hanya saja Quick Share ke AirDrop masih belum tersedia.

Tiga HP, Tiga Kekuatan yang Berbeda

Modul kamera Xiaomi 17T, VIVO V70, dan Samsung Galaxy S25

Xiaomi 17T punya raw performance yang sangat kuat untuk gaming, dengan thermal yang mengejutkan baik sehingga berdampak positif ke efisiensi baterai untuk pemakaian berat. Kamera periscope 5x optical zoom-nya membuat street photography jadi lebih menyenangkan, dan layarnya paling memikat secara visual. Kekurangannya ada di material body yang masih full plastik.

VIVO V70 kuat di kamera dengan hasil yang paling memikat secara visual untuk berbagai kondisi pemotretan, detail yang mantap, dan warna yang netral sehingga mudah diolah lebih jauh. Baterainya tidak kalah dari Xiaomi, dengan kecepatan charging yang paling ngebut. Desainnya juga terasa aman dan nyaman digenggam, meski tidak semewah Samsung dari sisi material. Sayangnya performa dan thermal jadi titik lemah VIVO di perbandingan ini.

Samsung Galaxy S25 FE memberikan performa harian yang mengejutkan baik, dari booting, membuka aplikasi, render video, hingga gaming. One UI 8.5-nya membawa hampir semua fitur AI dari lini flagship Samsung, dengan jaminan update software yang paling panjang. Bodinya juga paling mewah dari sisi material. Tapi baterainya yang paling kecil kapasitasnya jadi titik lemah, ditambah kecepatan charging yang tidak secepat lainnya, layar yang kurang terang untuk outdoor, dan RAM yang masih 8GB di semua varian storage termasuk yang 512GB.

Soal mana yang paling cocok, jawabannya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Yang mengutamakan performa gaming dan fotografi jalanan akan condong ke Xiaomi 17T. Yang fokus ke hasil kamera paling memikat secara visual dengan kenyamanan genggaman akan lebih cocok dengan VIVO V70. Sementara yang mengutamakan pengalaman software lengkap dengan jaminan update software terlama akan lebih puas dengan Samsung Galaxy S25 FE.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!