Samsung Z Fold 8 vs Z Fold 8 Ultra: Beda Fokus, Bukan Beda Kelas

Samsung Z Fold 8 vs Z Fold 8 Ultra: Beda Fokus, Bukan Beda Kelas

Highlight

Bestindotech
  • Z Fold 8 Ultra pakai baterai silikon karbon 5000mAh, sementara Z Fold 8 reguler 4800mAh, keduanya dengan fast charging 45W.
  • Z Fold 8 Ultra bawa kamera 200MP dan telephoto periscope 3x, jauh mengungguli Z Fold 8 reguler yang cuma 50MP tanpa telephoto.
  • Harga Z Fold 8 reguler mulai Rp28.499.000 untuk 12GB/256GB, sementara Z Fold 8 Ultra mulai dari Rp32.499.000 hingga Rp44.499.000 untuk varian 16GB/1TB.

Where to Buy

2 products

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Kalau ada satu masalah klasik yang selalu muncul saat mau upgrade hape lipat, itu adalah kebingungan menentukan mana yang benar-benar dibutuhkan. Bukan soal mana yang lebih canggih di atas kertas, tapi mana yang cocok dengan cara sehari-hari memakai hape, entah itu untuk kerja berat, konten, atau sekadar scrolling media sosial sambil rebahan.

Tahun ini Samsung membuat keputusan yang jarang terjadi di industri hape lipat. Alih-alih merilis satu model foldable seperti biasa, mereka meluncurkan dua varian sekaligus dengan arah pengembangan yang sengaja dibuat berbeda, yaitu Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra. Setelah memakai keduanya langsung di event Samsung Unpacked London dan menjadikan salah satunya daily driver selama satu sampai dua minggu, perbedaan arah ini terasa jelas bukan cuma di brosur, tapi di pengalaman pakai harian.

Dua Foldable, Dua Filosofi yang Berbeda

Dua perangkat foldable Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8
Dua perangkat foldable Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8

Hal paling menarik dari line up ini bukan soal siapa yang lebih unggul, tapi bagaimana Samsung membagi fokus pengembangan ke dua arah sekaligus. Z Fold 8 Ultra digarap dengan produktivitas sebagai prioritas utama, sementara Z Fold 8 reguler justru mendapat form factor baru yang lebih mengarah ke kebutuhan sehari-hari seperti hiburan dan konten, meski tetap bisa dipakai produktif.

Pendekatan ini terasa seperti Samsung benar-benar mendengarkan dua kelompok pengguna yang berbeda. Yang satu ingin hape yang bisa dipakai kerja habis-habisan, yang satu lagi ingin hape yang enak dibawa ke mana-mana untuk multimedia dan konten tanpa harus mengorbankan kenyamanan genggam. Menyediakan dua pilihan foldable dengan filosofi berbeda dalam satu waktu rilis adalah langkah yang belum terlihat dilakukan brand lain.

Kualitas Material Sama, Bentuk Layar yang Membedakan

Perbandingan ukuran layar depan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8
Perbandingan ukuran layar depan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8

Dari segi build quality dan material, kedua hape ini sama-sama menunjukkan level kematangan yang membuat Samsung masih dipandang sebagai salah satu yang paling premium di kelas foldable. Detail finishing terasa rapi saat dipegang langsung. Dari sisi kaca, keduanya memakai cover Gorilla Glass Ceramic 3 yang lebih tahan gores, dengan layar utama Dynamic LTPO AMOLED 2X 120Hz HDR10+ dan kecerahan hingga 3000 nits. Soal ketajaman dan kenyamanan visual, keduanya sudah di level yang sangat baik.

Perbedaan sebenarnya justru ada di proporsi layar. Z Fold 8 Ultra membawa cover screen 6.5 inci dengan rasio 21×9 yang memanjang ala komunikator jadul, sementara main display-nya 8 inci dengan rasio 10×9 yang sudah jadi ciri khas Samsung selama kurang lebih 7 generasi terakhir. Bentuk ini terbukti bermanfaat saat multitasking, karena ruang vertikal yang luas memungkinkan tiga aplikasi dibuka bersamaan plus beberapa mini window di atasnya, sesuatu yang terasa nyata saat digunakan untuk melihat layout desain rumah sambil membuka referensi material di jendela lain.

Z Fold 8 Reguler Membawa Bentuk yang Selama Ini Diminta

Layar utama Galaxy Z Fold8 dengan ukuran 7.6 inci rasio 4:3
Layar utama Galaxy Z Fold8 dengan ukuran 7.6 inci rasio 4:3

Z Fold 8 reguler justru hadir dengan form factor yang bisa dibilang menjawab permintaan pengguna dari awal. Cover screen-nya lebih compact di 5.5 inci dengan rasio 16×10 yang familiar, sementara main display-nya 7.6 inci dengan rasio 4×3. Ukurannya tetap lebar dan multitasking tetap bisa menyusun tiga aplikasi berjejer, tapi arah penggunaannya lebih condong ke kenyamanan konsumsi konten seperti membaca, media sosial, hingga gaming.

Bentuk ini membuat Z Fold 8 reguler terasa seperti perangkat scrolling media sosial yang sangat nyaman, terutama saat layar dibuka dan diputar vertikal. Rotasi vertikal ini membuat pengalaman scrolling TikTok atau Instagram Reels jadi jauh lebih natural dibanding kebanyakan hape lipat lain.

Detail Speaker dan Mode Flex yang Sering Terlewat

Perbandingan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8 menonton video
Perbandingan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan Z Fold8 menonton video

Ada perbedaan kecil yang baru terasa setelah dipakai langsung, yaitu posisi speaker saat hape dibuka. Kedua speaker sebenarnya berada di posisi yang sama, di bagian atas bodi layar utama, sehingga saat dibuka keduanya ada di sisi kiri. Tapi karena form factor Z Fold 8 Ultra lebih mengotak, saat menonton film hape biasanya diputar horizontal sehingga posisi speaker berubah jadi stereo di kiri dan kanan. Sebaliknya, Z Fold 8 reguler saat dibuka sudah dalam posisi horizontal, membuat speaker-nya tetap mono di sisi kiri saja.

Perbedaan lain ada di mode Flex. Pada Z Fold 8 Ultra, hinge bisa menahan layar dalam posisi terlipat setengah dan software langsung membagi tampilan menjadi dua bagian. Fitur ini belum didukung di Z Fold 8 reguler, karena layar akan cenderung memanjang dan akhirnya jatuh saat dicoba dibuka dengan cara yang sama, tandanya software Flex Mode Samsung memang belum menjangkau model ini.

Kamera Sama Secara Fitur, Beda di Urusan Zoom

Perbandingan hasil foto 5x zoom Galaxy Z Fold8 dengan Z Fold8 Ultra
Perbandingan hasil foto 5x zoom Galaxy Z Fold8 dengan Z Fold8 Ultra

Dari sisi hardware kamera, kedua hape membawa lensa ultrawide 50MP yang menjadi upgrade dari seri Fold sebelumnya. Dari sisi software, ada fitur Galaxy AI baru seperti MyFanCam yang cocok untuk yang suka menonton konser, serta Photo Assist untuk kebutuhan konten. Kedua hape juga sudah bisa merekam video hingga 8K dengan Log milik Samsung menggunakan APV Codec, ditambah fitur Horizontal Lock yang sebelumnya eksklusif di S-Series Flagship dan sekarang tersedia juga di Fold, sangat membantu saat merekam video sambil bergerak agar tetap stabil.

Perbedaan baru muncul di kamera utama dan telephoto. Z Fold 8 Ultra membawa kamera 200MP plus telephoto periscope 3x 10MP, yang pada dasarnya mengadopsi DNA kamera dari Samsung Galaxy S25 Ultra sebagai posisi tertinggi di line up Fold 8. Z Fold 8 reguler hanya membawa kamera utama 50MP tanpa telephoto, sehingga konfigurasinya lebih sederhana dengan dua kamera saja.

Meski begitu, perbedaan konfigurasi ini tidak membuat hasil fotonya jomplang jauh. Dari pengalaman memotret di London dan Indonesia, hasil foto kedua hape tetap sama-sama jernih dan detail saat dibandingkan set-by-set. Perbedaan utama justru terasa di urusan zoom, di mana Z Fold 8 Ultra bisa mencapai 5x zoom atau setara 120mm di mode portrait, sementara Z Fold 8 reguler hanya sampai 2x zoom atau 50mm.

Mana yang Lebih Nyaman untuk Dipakai Harian

Galaxy Z Fold8 mengambil foto selfie dengan mode Flex
Galaxy Z Fold8 mengambil foto selfie dengan mode Flex

Dari sisi experience, Z Fold 8 reguler terasa lebih ringan dan praktis dalam genggaman sehari-hari, cocok untuk yang suka konten, vlog, atau selfie dengan gaya yang lebih santai. Bentuknya yang compact membuat hape ini mudah dikeluarkan kapan saja tanpa terasa berat atau kikuk.

Z Fold 8 Ultra memberikan kesan yang lebih matang dan premium, lebih cocok untuk kebutuhan yang menuntut performa maksimal dengan tampilan yang condong ke arah profesional. Perbedaan karakter ini bukan soal mana yang lebih baik, tapi soal siapa yang akan lebih sering merasakan manfaat dari masing-masing bentuk tersebut dalam rutinitas hariannya.

Performa Chipset Sama, Baterai yang Jadi Pembeda Nyata

Tampilan statistik baterai bersanding dengan hasil benchmark Geekbench

Dari sisi performa, kedua hape memakai chipset yang identik yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 Core Galaxy, jadi soal kecepatan tidak perlu diragukan lagi. Pilihan storage dan RAM juga hampir sama, mulai dari 12GB/256GB, 12GB/512GB, hingga 16GB/1TB, sehingga pemilihan varian ini lebih bergantung pada kebutuhan penyimpanan masing-masing pengguna.

Yang benar-benar berbeda adalah kapasitas baterai. Samsung akhirnya beralih ke baterai silikon karbon untuk pertama kalinya di seri Fold 8 ini. Z Fold 8 Ultra membawa baterai 5000mAh dengan fast charging 45W, sementara Z Fold 8 reguler membawa 4800mAh dengan Super Fast Charging 45W. Langkah ini secara langsung menjawab keluhan yang selama ini sering muncul soal hape lipat yang boros baterai karena dua layar besar yang harus dihidupkan.

Efisiensi Baterai yang Terasa Berbeda dari Generasi Sebelumnya

Indikator Super Fast Charging 2.0 45W saat Z Fold 8 sedang diisi daya

Setelah memakai Z Fold 8 reguler sebagai daily driver selama dua sampai tiga minggu, ada perbedaan pengalaman yang cukup jelas antara pemakaian berat dan pemakaian normal. Saat dipakai intens seharian di London untuk foto, video, scrolling media sosial, dan Google Maps, baterai terasa agak pas-pasan. Tapi saat dipakai untuk rutinitas normal di Indonesia seperti chatting, media sosial, dan navigasi, peningkatan efisiensinya terasa jauh lebih hemat dibanding Z Fold 7 sebelumnya.

Kemungkinan besar ini berkat One UI 9 yang berjalan di atas Android 17, yang membawa efisiensi lebih baik dibanding versi sebelumnya. Dalam pemakaian malam tanpa mengisi daya, baterai hanya berkurang sekitar 3% semalaman, dan berkat Super Fast Charging 45W, pengisian daya bisa dilakukan singkat di pagi hari saat mandi tanpa harus terburu-buru menunggu penuh.

Selisih Harga yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Upgrade

Untuk Z Fold 8 reguler, harga dimulai dari Rp28.499.000 untuk varian 12GB/256GB hingga Rp40.499.000 untuk varian 16GB/1TB. Sementara Z Fold 8 Ultra dimulai dari Rp32.499.000 untuk 256GB dan Rp44.499.000 untuk varian 16GB/1TB. Selisih harga ini menunjukkan bahwa Ultra memang diposisikan sebagai varian premium dengan kamera dan fitur produktivitas yang lebih lengkap.

Bagi yang kelewatan periode pre-order, masih ada promo yang berlaku hingga 31 Agustus 2026, termasuk bonus Google AI Pro selama 6 bulan, voucher, dan cashback dengan total hingga Rp7,8 jutaan. Untuk trade-in dari Z Fold 7, nilai tukarnya bisa mencapai Rp16,5 juta, yang jika dihitung-hitung membuat cicilan bisa turun ke sekitar Rp1,2 juta per bulan dengan bunga 0% selama setahun.

Menentukan Pilihan Berdasarkan Kebutuhan Nyata

Bagi yang pekerjaannya menuntut multitasking berat, sering membuka lebih dari tiga aplikasi sekaligus, bekerja langsung dari hape, dan membutuhkan kamera dengan kemampuan zoom maksimal untuk kebutuhan profesional, Z Fold 8 Ultra lebih masuk akal sebagai investasi produktivitas jangka panjang. Tapi bagi yang ingin mencoba form factor baru yang lebih ringkas dan nyaman digenggam dengan budget yang lebih terjangkau, Z Fold 8 reguler jadi pilihan yang lebih pas, terutama untuk yang bergerak di dunia kreatif atau konten.

Untuk hape dengan harga di kelas ini, pengalaman langsung tetap jadi faktor penentu yang tidak bisa digantikan hanya dengan membaca spesifikasi. Mencoba langsung di Samsung Store atau melalui pengalaman Try Galaxy untuk merasakan kelancaran One UI 9, fitur Multi Window, hingga fitur kamera seperti Horizontal Lock dan MyFanCam, bisa membantu memastikan pilihan sebelum benar-benar memutuskan upgrade.

Pada akhirnya, dua varian Fold 8 ini membuktikan bahwa hape lipat tidak lagi harus mengikuti satu formula tunggal. Yang membedakan bukan mana yang lebih unggul, tapi mana yang benar-benar cocok dengan cara hape itu dipakai setiap hari, entah untuk mengejar produktivitas maksimal atau untuk menikmati hiburan dan konten dengan cara yang lebih ringkas.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!