OPPO Find X9 Ultra vs VIVO X300 Ultra: Dua Filosofi Kamera yang Berbeda Arah

OPPO Find X9 Ultra vs VIVO X300 Ultra: Dua Filosofi Kamera yang Berbeda Arah

Highlight

Bestindotech
  • Kedua HP pakai sensor utama yang sama, Sony LYT-901, tapi beda focal length: OPPO 23mm yang lebih wide, VIVO 35mm yang lebih natural seperti mata manusia.
  • Sensor ultrawide VIVO 2,3 kali lebih besar dari OPPO, hasilnya jauh lebih unggul di ketajaman dan kondisi low light.
  • Selisih baterai 450 mAh cukup terasa, OPPO sisa 40% di akhir hari sementara VIVO sisa 20-30% dengan pemakaian setara.

Beli Produk

Dua HP dari grup yang sama, harga yang hampir identik, dan ambisi yang sama besar: memberikan kualitas foto yang membuat kamera mirrorless merasa tersaingi. OPPO Find X9 Ultra dan VIVO X300 Ultra masuk ke kelas yang sama persis, tapi setelah dipakai bergantian selama beberapa minggu, perbedaan fundamental antara keduanya jadi semakin jelas, dan ini bukan sekadar soal mana yang lebih unggul di atas kertas.

Kedua HP ini sudah resmi tersedia di Indonesia, dan menariknya, keduanya juga sudah pernah dibahas secara terpisah sebelumnya. Sekarang waktunya dibandingkan langsung, dari desain, kamera, performa, hingga software, untuk melihat filosofi apa yang sebenarnya membedakan dua flagship kamera ini.

Kamera Lapangan Lawan Kamera Studio

Perbandingan desain modul kamera OPPO Find X9 Ultra dan VIVO X300 Ultra

Dari dimensi dan bobot, keduanya hampir identik: OPPO 235 gram, VIVO 232 gram, selisih yang tidak akan terasa di tangan. Yang langsung terlihat justru camera bump-nya yang sama-sama besar, sampai terasa lebih seperti benua daripada pulau di bagian belakang HP. VIVO terlihat sedikit lebih tinggi, kemungkinan karena faktor warna, dan dari sisi ketebalan VIVO terasa lebih tebal.

OPPO Find X9 Ultra hadir dengan finishing vegan leather untuk varian Tundra Umber, terasa rugged, maskulin, dengan tekstur yang baik di tangan, tidak licin, dan terasa premium. OPPO juga punya tombol yang lebih lengkap dibanding VIVO: ada shortcut button di sisi kiri yang bisa dikustomisasi, plus dedicated shutter button yang bisa di-double click untuk langsung membuka kamera. VIVO X300 Ultra di sisi lain melepas semua tombol tambahan, hanya menyisakan volume dan tombol power.

VIVO menggunakan finishing matte glass yang terasa lebih bersih dan artsy, seperti punya kesan tiga dimensi yang lebih estetik secara visual. OPPO terasa seperti kamera lapangan, sementara VIVO lebih seperti kamera studio. Keduanya sama-sama premium, hanya vibe yang ditawarkan berbeda arah, dan ini soal preferensi personal.

Sensor Utama Sama, Lensa Beda Arah

Bagian ini yang paling krusial dan paling panjang untuk dibahas. OPPO berkolaborasi dengan Hasselblad, VIVO dengan Zeiss. Yang penting diperhatikan bukan cuma megapiksel, tapi focal length dalam mm dan ukuran sensor, karena sensor yang lebih besar berarti menangkap lebih banyak cahaya, dynamic range yang lebih lebar, dan detail yang lebih baik.

Untuk kamera utama, keduanya menggunakan sensor yang sama: Sony LYT-901 200MP dengan ukuran sensor besar di 1/1.12 inci, sangat besar untuk standar HP pada umumnya. Perbedaannya ada di lensa. OPPO memakai pendekatan yang lebih mainstream di 23mm f1.5, lebih wide dan terang. VIVO memakai 35mm f1.9, perspektif yang lebih natural menyerupai mata manusia, tapi lebih narrow.

Membandingkan langsung di focal length yang sama jadi kurang adil: kalau dibandingkan di 23mm, VIVO harus pakai lensa ultrawide-nya, dan sebaliknya kalau dibandingkan di 35mm, OPPO harus crop sensor di 1,5x. Yang relatif adil adalah portrait mode, karena keduanya sama-sama crop dari sensor utama. Hasilnya: skin tone OPPO lebih warm dan enak dilihat, VIVO lebih cool, sementara ketajaman lebih baik di VIVO, kemungkinan karena tidak harus zoom sejauh OPPO. Perbedaan focal length ini membuat pengalaman memotret jadi sangat berbeda. OPPO mengakomodasi pengguna mainstream, VIVO lebih cocok untuk fotografi yang lebih serius seperti portrait, human interest, atau street.

Ultrawide VIVO Lebih Unggul, Telephoto OPPO Lebih Lengkap

Di ultrawide, VIVO cukup mengejutkan karena sensornya besar di 1/1.28 inci, dibanding OPPO yang memakai DTA 600 1/1.95 inci. Secara matematis, sensor VIVO 2,3 kali lebih besar, artinya lebih banyak cahaya masuk, detail dan dynamic range lebih baik. Saat dibandingkan di focal length yang sama, ultrawide VIVO jauh lebih unggul di ketajaman dan low light dibanding OPPO.

Alasan di balik sensor besar ini kemungkinan karena VIVO ingin meniru karakter lensa utama 35mm-nya: kalau pengguna ingin foto wide di 24mm atau 28mm, mereka bisa pakai ultrawide yang setara dengan menekan zoom dua kali ke arah berlawanan, dan hasilnya masih sebanding dengan kamera utama flagship lain.

Untuk telephoto, OPPO punya dual periscope: 200MP 70mm f2.2 ditambah 50MP 10x 230mm f3.5, dengan sensor 1/2.75 inci. VIVO hanya punya satu telephoto periscope 200MP 85mm dengan sensor yang sedikit lebih kecil di 1/1.4 inci. Untuk hasil foto, perbedaannya tipis bahkan sampai zoom 10x, di mana OPPO menggunakan lensa optik dan hardware sementara VIVO mengandalkan software enhancement atau AI. Perbedaan paling terasa ada di video, di mana 10x optical OPPO memberikan detail yang lebih baik, relevan untuk yang suka merekam konser.

Soal aksesori telephoto extender kit, VIVO diuji hingga 400mm dan OPPO 300mm, tapi secara fisik OPPO terlihat lebih besar meski zoom-nya lebih kecil, kemungkinan karena OPPO menggunakan basis 3x sementara VIVO 3,5x. Satu perbedaan fungsional: di OPPO, mode extender hanya bisa dipakai untuk foto atau video saja, sementara di VIVO bisa mengakses semua fitur dari aplikasi kamera seperti Street Mode atau Pro Video. Untuk video, keduanya sama-sama mendukung 8K 30fps dengan mode lock masing-masing: O-Lock di OPPO, V-Lock di VIVO.

Pendekatan Software yang Mainstream Lawan yang Lebih Serius

Dari sisi software, pendekatannya berbeda. OPPO punya Master Mode yang membuat hasil foto minim processing, seperti langsung dari kamera asli, plus beberapa Film Simulation. Hasilnya terasa natural, seperti tidak sedang memotret dengan HP. VIVO punya Color Style yang bisa diakses langsung dari mode foto, dengan hasil yang juga tidak terasa seperti dari kamera HP biasa. Menu VIVO terasa lebih ramai dibanding OPPO, mengindikasikan target penggunanya yang lebih paham fotografi.

VIVO juga punya fitur khas dari seri X sebelumnya: Street Mode, yang memungkinkan pengambilan foto cepat dengan hasil seperti street photography, kemungkinan berkat kolaborasi dengan Zeiss. Secara keseluruhan, OPPO dibuat lebih mainstream dan accessible, sementara VIVO memang ditargetkan untuk pengguna yang lebih paham fotografi. Satu detail menarik: OPPO tidak punya Pro Photo Mode, hanya Master Mode yang serupa dengan fitur minimum processing, sementara VIVO masih punya Pro Photo Mode meski defaultnya tersembunyi di menu tambahan, karena VIVO sepertinya tetap memprioritaskan Street Mode untuk seri X.

Performa Mirip, Baterai Jadi Pembeda Paling Terasa

Perbandingan skor benchmark AnTuTu OPPO Find X9 Ultra dan VIVO X300 Ultra

Keduanya menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, jadi levelnya setara. Skor Antutu V11 juga mirip: 3,8 juta untuk OPPO dan 3,7 juta untuk VIVO. Perbedaan utama ada di 3DMark Wild Life stress test, di mana VIVO terlihat lebih stabil persentasenya, kemungkinan karena faktor material glass dibanding vegan leather OPPO untuk disipasi panas. Untuk pemakaian harian, perbedaan ini tidak terlalu terasa, meski keduanya sama-sama cukup hangat saat dipakai intensif.

Perbedaan paling terasa ada di baterai: OPPO 7.050 mAh, VIVO 6.600 mAh, selisih 450 mAh yang cukup signifikan. Dari data GSM Arena, Active Use Score VIVO mencapai lebih dari 20 jam, OPPO 16 jam. Tapi dalam pemakaian nyata, OPPO bisa diandalkan untuk sehari penuh dengan screen on time 5-6 jam, sisa baterai masih sekitar 40%. VIVO juga kuat untuk sehari, tapi sisanya lebih sedikit, sekitar 20-30%. Keduanya sama-sama efisien mengingat ukuran baterai 5000-an mAh.

Untuk pengisian daya, keduanya sama-sama 100W, tapi beda di kabel. VIVO pakai USB-C ke C yang lebih universal, bisa dipakai untuk charging device lain seperti laptop. Dari sisi durasi, VIVO juga lebih cepat penuh dalam 48 menit, OPPO 9 menit lebih lama, wajar karena baterainya lebih besar.

Layar dan Speaker yang Hampir Identik

Perbandingan spesifikasi layar OPPO Find X9 Ultra dan VIVO X300 Ultra

Layar keduanya sangat mirip: sama-sama LTPO AMOLED 6,82 inci dengan resolusi dan PPI yang sama. Peak brightness sedikit berbeda meski panel-nya sama, kemungkinan karena perbedaan algoritma software. Secara keseluruhan, ketajaman, kevividan warna, dan visibilitas outdoor terasa identik tanpa perbedaan signifikan.

Ada dua perbedaan yang tercatat: proteksi layar, di mana VIVO pakai Armor Glass sementara OPPO pakai Gorilla Glass Victus 2 yang diklaim lebih tahan di skala Mohs, level 6 dibanding Armor Glass VIVO. Untuk speaker, dites dengan lagu NCS dan dibandingkan ke iPhone 17 Pro Max sebagai referensi. Kalau suka karakter speaker yang lebih boombox, VIVO lebih unggul. Kalau lebih suka clarity dan balance, OPPO juga sangat baik.

Fitur AI dan Konektivitas Lintas Ekosistem

OPPO punya Deep Space AI dengan berbagai use case dari editing sampai produktivitas. VIVO tidak punya branding AI khusus di X300 Ultra, tapi fitur seperti standar dan Gemini tetap ada, hanya pendekatannya lebih subtle. Untuk konektivitas PC, OPPO punya O+ Connect dan VIVO punya Office Kit, keduanya bisa menghubungkan HP ke PC atau Mac untuk drag and drop file dan remote desktop. Kabar baik untuk pengguna Apple: keduanya mendukung AirDrop, jadi transfer file ke iPhone atau Mac jadi lebih mudah.

Untuk UI, ColorOS dan OriginOS keduanya berbasis Android 16 dengan karakter yang mirip, hanya beda warna. Tapi kalau dilihat lebih dalam, ColorOS terasa lebih polished, animasinya lebih smooth dengan lebih banyak opsi kustomisasi dibanding OriginOS, yang meski tampilannya jauh lebih modern dibanding VantageOS sebelumnya, masih ada beberapa hal yang perlu dipoles seperti animasi dan kustomisasi widget.

Dua Pendekatan yang Sama Validnya

OPPO Find X9 Ultra dan VIVO X300 Ultra

Kedua HP ini sama-sama flagship kamera, dan tidak ada pilihan yang salah di sini. Kalau memilih VIVO, ini lebih cocok untuk yang serius di fotografi dan videografi, terutama karena lensa utama 35mm-nya yang kalau dimaksimalkan akan memberikan hasil yang sangat baik, ditambah sensor ultrawide yang lebih besar dan pendekatan video yang lebih cinematic dan profesional.

Sementara OPPO Find X9 Ultra lebih cocok untuk pasar mainstream yang ingin HP dengan kamera bagus tapi mendapat paket lengkap: kamera yang versatile dari wide sampai ultra zoom, baterai yang lebih awet, desain yang rugged dan nyaman digenggam, tombol yang lebih lengkap, dan kamera yang mudah dipakai tanpa banyak setting. Secara personal, OPPO Find X9 Ultra masih jadi daily driver pilihan, tapi VIVO X300 Ultra layak diapresiasi karena keluar dari zona nyaman lewat pendekatan X300 Ultra ini. Soal harga, keduanya ada di kisaran yang hampir sama, di angka yang membuat banyak orang berpikir dua kali, tapi tujuan dari masing-masing HP ini memang berbeda, jadi kembali ke kebutuhan masing-masing.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!