Unboxing Samsung Z Fold 8: Setting Awal dan Rekomendasi Aksesoris

Unboxing Samsung Z Fold 8: Setting Awal dan Rekomendasi Aksesoris

Highlight

Bestindotech
  • Z Fold 8 ternyata hanya muat 4 icon aplikasi per baris di homescreen, beda dari HP Samsung lain yang biasanya bisa 5.
  • Charger ECMIC CPD45 diklaim mengisi baterai sampai 50 persen hanya dalam 20 menit dengan dukungan Super Fast Charging 2.0 45W seharga sekitar Rp170 ribuan.
  • Case resmi Samsung Carbon Standing seharga aksesoris tambahan ini justru tidak mendukung MagSafe, padahal hanya melindungi bagian belakang HP saja.

Where to Buy

7 products

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Unit pre-order retail Z Fold 8 akhirnya sampai, dan momen unboxing selalu jadi titik penting sebelum HP benar-benar masuk ke rutinitas harian. Bukan cuma soal buka kotak dan pasang case, tapi ada beberapa pengaturan yang kalau dilewatkan justru membuat pengalaman pakai jadi kurang maksimal, terutama karena Z Fold 8 punya beberapa kekhasan dibanding seri sebelumnya.

Di video kali ini pembahasannya mencakup tiga hal yang sebaiknya langsung dilakukan begitu Z Fold 8 dinyalakan pertama kali, lengkap dengan rekomendasi aksesoris mulai dari charger, kabel, sampai case yang sudah dicoba langsung. Semua berangkat dari pengalaman pakai nyata, bukan sekadar review spesifikasi di atas kertas.

Pilihan Warna Cream dan Kesan Pertama Layar Lipat

Z Fold 8 varian cream saat pertama kali dikeluarkan dari kotak

Dari beberapa pilihan warna yang tersedia, warna cream akhirnya jadi pilihan karena dianggap lebih menarik dibanding hitam yang terkesan terlalu polos atau lavender yang lebih condong ke kesan feminin. Warna pistachio sebenarnya menarik, tapi ada kekhawatiran cepat bosan kalau dipakai dalam jangka panjang.

Saat pertama kali dilipat, bagian layar masih terlihat mulus tanpa bekas lipatan yang mencolok. Ini jadi nilai plus karena anti-reflective coating pada layar membantu meredam pantulan cahaya sehingga tampilan lipatan pertama terlihat rapi. Kesan awal ini penting karena garis lipatan adalah salah satu concern utama pengguna HP layar lipat sejak lama.

Case Resmi Samsung: Ganteng Tapi Tanpa MagSafe

Kotak case Samsung Galaxy Z Fold 8 Carbon Standing
Kotak case Samsung Galaxy Z Fold 8 Carbon Standing

Case Samsung Galaxy Z Fold 8 Carbon Standing dipilih karena dianggap paling menarik secara desain dibanding case resmi lainnya. Case ini datang dengan bonus anti-reflective film sebanyak dua lembar, bukan tempered glass biasa. Ini konsisten dengan pendekatan Samsung sejak seri S yang menggunakan film khusus untuk lapisan atas layar dengan anti-reflective coating, meski dari sisi proteksi fisik film ini dianggap kurang maksimal dibanding tempered glass.

Yang jadi catatan penting, case ini hanya melindungi bagian belakang HP dan tersedia dalam dua varian, yaitu dengan MagSafe atau dengan stand yang bisa diposisikan vertikal maupun horizontal. Sayangnya, varian stand yang dipilih justru tidak dilengkapi MagSafe, dan ini disesalkan karena kebiasaan menempelkan HP ke aksesoris MagSafe di berbagai tempat. Proses pemasangan anti-reflective film-nya juga diakui lebih rumit dibanding tempered glass biasa, meski paket penjualannya sudah lengkap dengan tray pemasangan, kain microfiber, dan stiker dust removal.

Transfer Data Antar HP yang Ternyata Tidak Semulus Kelihatannya

Proses transfer data dari satu ponsel ke ponsel lain menggunakan kabel
Proses transfer data dari satu ponsel ke ponsel lain menggunakan kabel

Proses pemindahan data dari HP lama ke Z Fold 8 bisa dilakukan dari iPhone, Samsung lain, maupun Android lain. Dari iPhone, proses transfer berjalan cukup seamless dengan cara scan QR code di layar Samsung, dan ini bisa terjadi berkat kebijakan Uni Eropa yang mewajibkan interoperabilitas transfer data antar platform. Foto dan video berpindah dengan lancar, hanya saja widget tidak ikut ter-copy dan susunan aplikasi di homescreen digantikan dengan alternatif versi Android. WhatsApp sendiri lebih disarankan dipindahkan langsung lewat aplikasinya demi keamanan data.

Saat mencoba transfer dari Z Fold 7 menggunakan kabel, prosesnya memang lebih cepat meski port USB di Z Fold 8 masih USB 2.0. Namun ada masalah yang muncul setelah proses selesai, yaitu homescreen jadi berantakan karena Z Fold 8 ternyata hanya bisa menampung 4 icon aplikasi per baris. Ini beda dari kebiasaan HP Samsung lain yang biasanya mendukung hingga 5 icon per baris, dan perbedaan kecil ini cukup mengganggu kalau tidak segera diperbaiki.

Good Lock Jadi Kunci untuk Merapikan Homescreen

Perbandingan tampilan cover screen setelah grid diatur ulang lewat Good Lock

Untuk mengembalikan tampilan homescreen menjadi 5 icon per baris seperti kebiasaan sebelumnya, solusinya adalah menginstal aplikasi Good Lock dari Samsung Store. Caranya masuk ke pengaturan bernama Home Up, klik Home Screen, lalu scroll ke bawah untuk mengganti Cover Screen Grid sesuai kebutuhan, dalam kasus ini diatur ke lebar 5 kolom.

Prosesnya memang sedikit merepotkan karena harus mengatur ulang posisi aplikasi secara manual setelahnya, tapi hasil akhirnya membuat tampilan homescreen jadi lebih familiar. Good Lock sendiri punya banyak pengaturan lain yang berpotensi bisa dieksplorasi lebih jauh untuk memaksimalkan kustomisasi Z Fold 8, dan ini jadi salah satu area yang masih terus dieksplorasi lebih lanjut.

Wallpaper Terpisah dan Alasan Kembali Pakai Gboard

Keyboard Samsung di layar lipat dengan mode split
Keyboard Samsung di layar lipat dengan mode split

Satu hal yang cukup merepotkan dari sistem layar ganda Z Fold 8 adalah pengaturan wallpaper yang terpisah antara layar luar dan layar dalam. Mengganti wallpaper di cover screen tidak otomatis mengubah wallpaper di main screen, sehingga harus diatur manual satu per satu karena perbedaan ukuran layar antara keduanya.

Untuk urusan keyboard, pilihan jatuh pada Gboard karena alasan kebiasaan sekaligus karena split keyboard di main screen dianggap lebih nyaman untuk jari. Posisi huruf G dan V yang muncul dua kali di sisi kiri dan kanan membuat penggunaan jempol jadi lebih mudah, dan bagi yang cukup sering mengetik di HP, perbedaan ini terasa cukup signifikan dalam penggunaan harian.

Charger ECMIC yang Pas untuk Kebutuhan Fast Charging Samsung

Ponsel sedang diisi daya dengan charger ECMIC
Pengisian daya dengan charger ECMIC

Karena Z Fold 8 tidak dilengkapi charger dalam paket penjualan, ECMIC CPD45 jadi rekomendasi utama karena sudah mendukung Super Fast Charging 2.0 hingga 45W. Klaimnya, pengisian daya bisa mencapai 50 persen hanya dalam 20 menit, dengan suhu charger yang tetap terjaga berkat battery health protection dan fitur AI charge.

Dari sisi protokol charging, charger ini mendukung rentang lengkap mulai dari PD hingga PPS. Ini penting karena kebutuhan Super Fast Charging 2.0 di ekosistem Samsung membutuhkan profil PPS spesifik di rentang 9-11V dengan arus minimal 4-4.5A supaya daya penuh 45W bisa aktif. ECMIC CPD45 menyediakan rentang 3.6-11V hingga 6A, sehingga daya maksimal bisa tercapai tanpa terhambat bottleneck arus. Harganya berada di kisaran Rp170 ribuan, cukup terjangkau untuk kebutuhan charging harian yang cepat.

Car Charger dan Kabel Tambahan untuk Mobilitas

Car charger ECMIC CC95 Pro di dalam mobil
Car charger ECMIC CC95 Pro

Buat kebutuhan mobile di jalan, ECMIC CC95 Pro jadi opsi dengan total output hingga 95W yang terbagi ke tiga port, yaitu USB-C pertama hingga 65W, USB-C kedua hingga 30W, dan USB-A hingga 18W. Charger ini juga mendukung Super Fast Charging 3.0 65W yang sudah bisa dimanfaatkan di Samsung Galaxy S26 Ultra, dengan protokol pengisian yang sudah diuji lengkap untuk ekosistem Samsung.

Selain untuk HP, charger ini juga kompatibel dengan perangkat lain yang mendukung USB PD seperti MacBook, tablet Samsung, iPad, bahkan gaming handheld seperti Nintendo Switch berkat profil power delivery 12V yang dibutuhkan perangkat tersebut. Harganya di bawah Rp200 ribu, dan ini jadi pilihan yang masuk akal buat yang butuh car charger multi-port dengan daya besar dan protokol lengkap.

Untuk kebutuhan kabel tambahan, ECMIC Auto Line hadir dengan desain semi transparan di bagian ujung yang dilengkapi display penunjuk watt yang masuk ke perangkat. Fitur Auto Cut Off jadi nilai tambah karena otomatis menghentikan pengisian daya setelah baterai penuh, aktif setelah 30 menit berturut-turut daya menunjukkan 0 Watt, dan bisa restart kembali setelah periode standby 2 jam. Tersedia dalam ukuran 1 meter dan 2 meter dengan bahan braided, harganya di kisaran Rp100 ribuan. Semua produk ECMIC ini didukung garansi hingga 2 tahun.

Tiga Pilihan Case dengan Kompromi Berbeda

Ponsel dengan case Nillkin Frosted Shield
Case Nillkin Frosted Shield

Untuk urusan case, Nillkin Frosted Shield masih jadi andalan karena terasa solid, grippy, dan melindungi keseluruhan bodi HP baik depan maupun belakang. Dukungan MagSafe di case ini juga jadi nilai plus karena kebiasaan menempelkan HP ke berbagai aksesoris MagSafe.

Case resmi Samsung Carbon Stand jadi pilihan kedua meski disesalkan karena tidak memiliki MagSafe. Case ini hanya melindungi bagian belakang, tapi desainnya sangat slim dibanding case lain, dan anti-reflective screen protector bawaannya membuat tampilan cover screen jadi lebih jernih terutama saat digunakan di kondisi outdoor. Bubble yang sempat muncul saat pemasangan juga sudah hilang setelah beberapa hari terpasang.

Pilihan ketiga datang dari brand Dukes Duchess dengan desain lebih tebal yang melindungi seluruh bodi HP saat dalam kondisi tertutup, meski saat dibuka bagian cover screen jadi tidak terlindungi. Case ini tetap dilengkapi MagSafe dan dijual dengan harga sangat terjangkau di kisaran Rp100 ribuan, jadi opsi menarik buat yang mencari proteksi maksimal dengan budget minim meski harus menerima kompromi saat HP dalam kondisi terbuka.

Kacamata AR sebagai Aksesoris Produktivitas Masa Depan

Kacamata augmented reality XREAL One Pro

Aksesoris terakhir yang dibahas adalah kacamata augmented reality dari XREAL, tipe X-Rail One Pro. Kacamata ini pada dasarnya berfungsi sebagai ekstensi layar berukuran sangat besar, diklaim bisa mencapai ratusan inci dengan kualitas visual setara layar OLED. Fitur yang menarik, tampilan di kacamata ini bisa mengikuti gerakan kepala pengguna sehingga tidak terpaku pada satu sudut pandang saja.

Kualitas audio juga didukung hasil kolaborasi dengan Bose, dan cara penggunaannya cukup sederhana, tinggal dicolokkan lewat satu kabel USB-C ke HP Samsung yang mendukung fitur DeX. Karena harganya tidak murah, aksesoris ini lebih cocok untuk pengguna yang benar-benar menjadikan HP sebagai perangkat produktivitas utama tanpa perlu keyboard dan mouse tambahan, atau memanfaatkan HP Samsung sebagai trackpad. Pengalaman menggunakannya digambarkan terasa sangat futuristik, seperti membawa kantor mini di dalam kacamata.

Fase Awal yang Masih Terasa Menyenangkan

Setelah beberapa hari penggunaan, pengaturan awal Z Fold 8 memang butuh sedikit usaha ekstra dibanding HP pada umumnya, mulai dari urusan grid homescreen, wallpaper yang terpisah, sampai pemilihan case yang ternyata harus mengorbankan salah satu fitur seperti MagSafe. Namun di balik semua penyesuaian kecil itu, pengalaman memakai Z Fold 8 masih terasa menyenangkan dan honeymoon phase-nya belum berakhir.

Hal yang paling penting dari proses ini bukan sekadar daftar aksesoris yang cocok, tapi bagaimana penyesuaian kecil seperti setting Good Lock atau pemilihan charger dengan protokol yang tepat justru menentukan seberapa nyaman HP ini dipakai dalam keseharian. Review jangka panjang akan menyusul untuk melihat apakah kesan positif ini bertahan lebih lama.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!