Highlight
Bestindotech- XREAL One Pro memakai chip X1 Qualcomm untuk spatial viewing dan speaker hasil kolaborasi dengan Bose.
- Fitur baru Anchor Mode mengunci layar di satu titik, sementara Follow Mode membuat proyeksi tetap stabil meski kepala bergerak.
- Harga naik dari sekitar Rp6 jutaan saat pertama dicoba menjadi sekitar Rp13 jutaan sekarang, belum termasuk aksesoris Xreal Eye.
Where to Buy
1 productBestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Ada momen tertentu ketika sebuah teknologi yang dulu terasa seperti gimmick tiba-tiba berubah jadi alat yang benar-benar dipakai untuk menyelesaikan masalah nyata. Penerbangan panjang belasan jam, misalnya, sering kali menjadi ujian sesungguhnya untuk gadget hiburan pribadi. Di situasi seperti itu, layar kecil di sandaran kursi pesawat atau HP yang dipegang terus-menerus jelas bukan solusi ideal.
Tiga setengah tahun lalu, AR Glasses pertama kali dicoba sebagai kacamata Augmented Reality yang bisa memproyeksikan layar raksasa hanya dengan dicolokkan ke HP, laptop, atau tablet. Sekarang, generasi barunya hadir dengan nama XREAL One Pro, dan perangkat ini terbukti menyelamatkan penerbangan panjang selama 15 sampai 16 jam dari Jakarta ke London, sekaligus membantu produktivitas kerja di beberapa skenario. Upgrade apa saja yang dibawa, dan apa saja plus minusnya, layak dibahas lebih dalam.
Dari Nreal ke XREAL, Sebuah Rebranding dengan Peningkatan Nyata

Sebelum masuk ke detail teknis, penting dipahami bahwa XREAL sebelumnya bernama Nreal. Nama boleh berganti, tapi konsep dasarnya tetap sama: kacamata Augmented Reality tanpa baterai internal yang mengandalkan input daya 5V 1A dan konsumsi sekitar 5W dari perangkat yang dicolokkan.
Dari sisi kemasan, XREAL One Pro tampil dengan nuansa gold black yang terlihat premium. Di dalamnya terdapat kacamata AR, case pelindung berbahan kulit sintetis yang lembut, manual penggunaan, serta aksesoris tambahan berupa frame dan nose patch. Menariknya, pengaturan bawaan sudah cukup nyaman dipakai tanpa perlu mengganti aksesoris tambahan tersebut.
Spesifikasi yang tertera di boks juga menyebutkan chip X1 dari Qualcomm untuk spatial viewing, speaker hasil kolaborasi dengan Bose, serta sertifikasi TUV Line Lens yang sama seperti yang dipakai pada layar smartphone. Kombinasi ini menunjukkan bahwa XREAL tidak hanya mengejar bentuk yang ringkas, tapi juga kualitas visual dan audio yang lebih serius dibanding generasi sebelumnya.
Kontrol Fisik yang Lebih Praktis Tanpa Aplikasi Tambahan

Salah satu perubahan yang terasa langsung adalah proses setup yang jauh lebih sederhana. Begitu kabel USB Type-C dicolokkan, pengguna bisa langsung masuk ke pengaturan awal tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan. Semua kontrol sudah tersedia lewat empat tombol fisik di badan kacamata.
Tombol paling mencolok berwarna merah di bagian bawah berfungsi untuk berpindah antara mode Anchor dan Follow. Jika ditekan dua kali, tombol ini membuka menu pengaturan yang cukup lengkap, mulai dari Spatial Screen untuk mengatur ukuran dan jarak layar, Ultra Wide Mode, 3D Mode, Display Mode untuk warna dan ketajaman tekstur, hingga Sound untuk mengatur volume dan protokol audio.
Di bagian belakang, ada tombol panjang yang berfungsi untuk mengatur kecerahan, tingkat kegelapan kaca, dan volume suara. Fitur Auto Dimming yang membuat kaca bisa menggelap secara otomatis juga menjadi nilai tambah, karena sebelumnya dibutuhkan aksesoris penutup tambahan agar kaca bisa gelap. Sekarang, semua itu sudah terintegrasi langsung di kacamata.
Anchor dan Follow Mode, Dua Cara Berbeda Menikmati Layar Virtual

Fitur yang terasa paling signifikan dibanding generasi sebelumnya adalah kemampuan memilih perilaku layar proyeksi, apakah mengikuti gerakan kepala atau dikunci di satu titik presisi. Mode Anchor cocok untuk skenario kerja di depan laptop, di mana layar dari kacamata bisa berfungsi sebagai layar ekstender yang terkunci di posisi atas layar laptop. Ketika mata melihat ke bawah ke arah laptop, layar virtual otomatis terlihat transparan berkat fitur Auto Dimming, sehingga dua layar bisa dipakai bersamaan tanpa saling mengganggu.
Sementara itu, mode Follow lebih cocok untuk skenario yang membutuhkan banyak pergerakan, di mana layar tetap berada di depan mata ke mana pun kepala menoleh. Pergerakannya terasa lebih stabil dibanding generasi sebelumnya yang cenderung ikut goyang setiap kali kepala bergerak sedikit saja. Stabilitas ini membuat mode Follow nyaman dipakai untuk menonton film lewat HP atau bermain game lewat Steam Deck tanpa membuat pusing.
Cocok untuk Macbook dan Samsung, Tapi Tidak Semua Perangkat Ideal

Pengujian ke berbagai perangkat menunjukkan hasil yang bervariasi. Di Macbook, pengalaman yang dirasakan sangat cocok, terutama dengan fitur Ultra Wide Mode yang membuat tampilan menyerupai monitor ultrawide sungguhan, lengkap dengan pilihan rasio 21:9 dan 32:9. Meski begitu, rasio 32:9 yang lebih luas justru terasa agak memusingkan karena mata harus terus bergerak ke kiri dan kanan, dan teksturnya juga kadang kurang terbaca jelas. Karena itu, rasio 21:9 dirasa lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk HP, XREAL One Pro terbukti sangat cocok dipakai bersama perangkat yang mendukung Desktop Mode, seperti Samsung dengan DeX Mode. Seri S, Fold, dan Flip dari generasi 7 ke atas sudah kompatibel, di mana HP bisa berfungsi sebagai trackpad untuk mengoperasikan tampilan Desktop Mode yang muncul di kacamata. Kombinasi ini bahkan dinilai cukup direkomendasikan untuk pengguna Fold 8.
Sayangnya, pengalaman berbeda didapat saat mencoba dengan iPhone, yang hanya bisa melakukan mirroring layar biasa. Orientasi vertikal membuat tampilan jadi kecil, meski masih bisa diperbesar untuk konten horizontal seperti YouTube, Netflix, atau gaming. Percobaan dengan Mac Mini juga menarik secara konsep, tapi posisi port yang berada di belakang membuat penempatan kabel jadi kurang praktis dibanding perangkat lain.
Pengalaman Gaming yang Kini Setara, Bukan Lagi Sebuah Lompatan

Salah satu use case yang menarik dari AR Glasses jenis ini adalah gaming. Saat pertama kali dicoba dengan Steam Deck generasi awal yang masih memakai layar LCD 60Hz, AR Glasses ini terasa seperti upgrade signifikan. Namun kondisinya kini sudah berbeda, karena XREAL One Pro sendiri memiliki resolusi Full HD dengan refresh rate 90Hz hingga 120Hz, yang kurang lebih setara dengan spesifikasi Steam Deck terbaru yang sudah menggunakan panel OLED dengan refresh rate 90Hz.
Persaingan di kategori AR Glasses khusus gaming pun semakin ramai, dengan produk dari ROG yang sudah mengusung refresh rate hingga 240Hz. Ini menunjukkan bahwa meski XREAL One Pro masih relevan, ia bukan lagi satu-satunya pilihan untuk gamer yang mengejar performa layar maksimal.
Uji coba juga dilakukan pada handheld Android seperti AYN Odin dan hasilnya kompatibel, meski hanya bagian layarnya saja yang dimirroring dalam ukuran besar. Steam Deck tetap bisa dipakai tanpa masalah, namun satu catatan penting adalah Nintendo Switch 2 belum kompatibel karena protokol USB-C to Display yang dipakainya berbeda dari perangkat lain. Harapannya, XREAL bisa menghadirkan update software agar kompatibilitas ini bisa diperluas ke depannya.
Panas di Jidat dan Suara yang Bocor, Dua Catatan yang Perlu Diperhatikan

Meski secara keseluruhan pengalaman penggunaan cukup positif, ada dua catatan yang wajib dipahami sebelum membeli. Pertama, soal suhu. Setelah dipakai sekitar 15 sampai 20 menit, bagian atas bodi kacamata mulai terasa hangat di jidat. Sensasi ini bukan sesuatu yang benar-benar mengganggu, tapi tetap terasa dan bisa jadi pertimbangan, terutama jika dipakai di ruangan yang tidak ber-AC. Di ruangan dingin seperti kabin pesawat, kondisi ini relatif tidak jadi masalah.
Kedua, soal kualitas speaker. Karena desainnya berbentuk speaker terbuka, suara cenderung bocor ke luar ketika volume dinaikkan, apalagi saat diputar hingga 100%. Bahkan pada volume 70 sampai 80%, kebocoran suara masih cukup terasa untuk mendengarkan lagu. Karena itu, penggunaan TWS atau earphone tambahan tetap lebih disarankan, terutama untuk kebutuhan yang membutuhkan privasi audio seperti saat naik pesawat, sekaligus mendapatkan manfaat noise cancelling.
Nilai Privasi yang Sering Terlupakan dari AR Glasses

Di balik dua catatan tadi, ada satu keunggulan yang justru sering luput dari perhatian, yaitu privasi. Karena tampilan hanya bisa dilihat oleh pengguna yang memakai kacamatanya, orang di sekitar tidak akan tahu apa yang sedang dikerjakan, ditonton, atau dimainkan. Ini menjadikan XREAL One Pro perangkat yang pas untuk kebutuhan hiburan pribadi, terutama di ruang publik seperti pesawat atau transportasi umum.
Dari sisi spesifikasi fisik, Field of View atau FOV dari XREAL One Pro berada di sekitar 50 derajat, yang tergolong cukup luas untuk kenyamanan melihat. Ketajaman dan tekstur gambar juga terasa jelas saat digunakan langsung, menunjukkan bahwa peningkatan kualitas rendering memang nyata dibanding pengalaman AR Glasses beberapa tahun lalu.
XREAL juga menyiapkan ekosistem aksesoris tambahan bernama Xreal Eye yang bisa ditempel di bagian bawah kacamata untuk menghadirkan pengalaman ala VR Glass, mirip konsep yang dipakai Meta maupun Apple Vision Pro, lengkap dengan interaksi tangan. Menariknya, ukuran perangkat pendukung ini sudah bisa dibuat sekecil bentuk kacamata pada umumnya. Selain itu, ada juga proyek bernama Xreal Project Aura yang dikabarkan akan hadir dengan sistem operasi Android tertanam, mengikuti langkah yang sebelumnya juga dilakukan Samsung.
Siapa yang Paling Cocok Meminang XREAL One Pro

Mempertimbangkan semua pengalaman di atas, XREAL One Pro punya dua target pengguna yang cukup jelas. Untuk kebutuhan produktivitas, perangkat ini sangat cocok bagi pengguna Macbook maupun pengguna HP Samsung, sebuah kombinasi yang sebenarnya agak bertolak belakang karena biasanya pengguna Macbook lebih identik dengan iPhone. Namun kenyataannya, XREAL One Pro justru bekerja optimal di kedua ekosistem tersebut, dan tinggal menambahkan keyboard serta mouse untuk melengkapi pengalaman kerja mobile.
Di sisi lain, penggunaan yang lebih condong ke entertainment seperti gaming atau menonton film juga sangat nyaman, terutama saat digunakan sambil rebahan atau bersantai di kasur.
Soal harga, ada kenaikan yang cukup signifikan dibanding pembelian sebelumnya yang berada di kisaran Rp6 jutaan, kini XREAL One Pro dibanderol sekitar Rp13 jutaan, dan itu pun belum termasuk aksesoris tambahan seperti Xreal Eye yang harus dibeli terpisah. Saat ini, distributor resmi di Indonesia bernama Urban Gadget sudah tersedia, sehingga garansi produk lebih terjamin bagi yang berminat membelinya.
Pada akhirnya, XREAL One Pro membuktikan bahwa AR Glasses bukan lagi sekadar gadget uji coba, melainkan perangkat yang benar-benar bisa menyelesaikan masalah nyata, mulai dari menemani penerbangan panjang, menambah layar kerja portabel, hingga menjaga privasi hiburan pribadi di tempat umum. Kenaikan harga yang cukup tajam memang jadi pertimbangan serius, tapi bagi pengguna Macbook atau Samsung yang sering bekerja mobile, nilai praktis yang ditawarkan terasa sepadan dengan investasi yang dikeluarkan.

Comment