Highlight
Bestindotech- Periscope telephoto 5x optical zoom yang sebelumnya eksklusif di Xiaomi 15T Pro kini turun ke versi reguler Xiaomi 17T.
- HP ini cepat panas saat dibawa outdoor, sampai sistem otomatis membatasi kecerahan layar dan memengaruhi performa.
- Layar mengecil dari 6,83 inci ke 6,59 inci, tapi justru terasa lebih nyaman digenggam untuk pemakaian satu tangan.
Beli Produk
Biasanya, lini reguler dalam satu seri smartphone hanya jadi versi hemat dari varian Pro-nya, dengan beberapa fitur dipangkas demi harga yang lebih ramah. Xiaomi 17T sepertinya tidak mengikuti pola itu. Dibandingkan dengan Xiaomi 15T regular sebelumnya, lompatan yang dibawa terasa cukup besar, sampai-sampai beberapa fitur yang sebelumnya eksklusif di varian Pro kini ikut turun ke versi reguler.
Ada beberapa perubahan yang langsung menarik perhatian begitu unit ini sampai: kamera dengan lensa baru, layar yang justru mengecil dan terasa lebih compact, baterai yang lebih besar, dan chipset yang naik kelas. Tim production Bestindotech menguji unit ini langsung di lapangan, mulai dari kamera, performa, hingga desainnya.
Spesifikasi yang Naik Signifikan dari Generasi Sebelumnya

Dibandingkan dengan Xiaomi 15T regular, perubahan paling mencolok ada di chipset: dari Dimensity 8400 Ultra ke Dimensity 8500 Ultra. Layarnya kini 6,59 inci AMOLED dengan refresh rate 120Hz, Dolby Vision, dan HDR10+, lebih compact dibanding 15T regular yang menggunakan layar 6,83 inci. Kepadatan pikselnya juga naik ke 460 PPI.
Di sektor kamera, ada periscope telephoto 50MP dengan 5x optical zoom, sebuah fitur yang sebelumnya hanya ada di Xiaomi 15T Pro. Kamera utama tetap 50MP, ultrawide 12MP dengan focal length 15mm, dan selfie 32MP. Baterainya naik dari 5.500 mAh ke 6.500 mAh menggunakan teknologi Silicon Carbon. Sistemnya sudah HyperOS 3 berbasis Android 16 out of the box.
Kamera Periscope yang Turun Kelas tapi Tetap Mumpuni
Yang paling dinanti dari unit ini adalah kamera periscope telephoto yang diturunkan dari Xiaomi 15T Pro. Dari sisi hardware, lensa ini identik dengan yang dipakai di varian Pro, jadi menarik untuk melihat apakah pengalaman penggunaannya juga setara.
Pengujian dilakukan langsung di lapangan dengan berpindah dari ultrawide, 1x, 2x digital, hingga 5x optical dari periscope, bahkan hingga zoom 120x. Tersedia juga dua mode warna khas Leica: Authentic dan Vibrant. Untuk kondisi outdoor, Vibrant sebenarnya lebih cocok, tapi mode Authentic dipilih untuk pengujian karena karakter warna khas Leica lebih terasa di mode ini. Untuk video, kamera ini mendukung perekaman 4K 30fps, dan bisa berpindah lensa secara mulus tanpa harus menghentikan rekaman, termasuk transisi lens shift yang terlihat jelas saat berpindah dari telephoto ke ultrawide.
Performa Solid, tapi Cepat Panas di Luar Ruangan

Dari benchmark Geekbench 6, skor single-core mencapai 1.700 dan multi-core 6.700. Dimensity 8500 Ultra yang dipakai di Xiaomi 17T ini juga sama dengan chipset yang digunakan di POCO X8 Pro dan beberapa HP terbaru lain, menjadikannya salah satu chipset andalan untuk kelas mid-range premium saat ini. Storage yang diuji menggunakan kombinasi 12GB RAM dan 512GB, dan berdasarkan listing di GSM Arena ada dua varian, dengan kemungkinan varian 256GB sebagai opsi standar, meski detail resmi untuk pasar Indonesia belum diketahui.
Satu catatan yang cukup terasa: HP ini cepat panas, terutama saat membuka kamera dan dibawa ke luar ruangan. Semakin lama di outdoor, suhu makin naik dan mulai memengaruhi performa, termasuk membuat sistem membatasi kecerahan layar secara otomatis, sehingga preview hasil foto jadi lebih sulit dilihat terutama saat memakai mode Leica Authentic yang lebih gelap. Kemungkinan ini terjadi karena belum ada update software yang membatasi kemampuan penuh chipset.
Untuk gaming, Wuthering Waves diuji di setting tertinggi dan tidak ditemukan frame drop meski animasi yang ditampilkan cukup berat. Setelah sekitar 5 menit gaming intensif, suhu di bagian belakang HP mencapai 42 derajat Celcius, yang terkonsentrasi di area chipset. Untuk durasi pemakaian gaming singkat, suhu ini masih terasa wajar, hanya terasa sedikit hangat di tangan, meski untuk sesi yang lebih lama kemungkinan akan terasa lebih signifikan.
Layar yang Mengecil tapi Justru Lebih Nyaman

Perubahan ukuran layar dari 6,83 inci di Xiaomi 15T Pro menjadi 6,59 inci di Xiaomi 17T memberikan dampak nyata pada kenyamanan pemakaian harian. Genggaman satu tangan jadi lebih mudah, terutama untuk menjangkau bagian atas layar dengan ibu jari, baik untuk tangan yang kecil maupun yang cukup lebar. HP yang lebih compact juga lebih mudah dimasukkan ke saku, pouch, atau dompet panjang.
Soal ukuran ini, preferensi orang tentu berbeda-beda, ada yang lebih suka layar besar, ada yang lebih suka compact seperti ini. Dari sisi ketebalan bodi, tidak ada perubahan dibanding generasi sebelumnya, meski kapasitas baterainya naik dari 5.500 mAh ke 6.500 mAh berkat teknologi Silicon Carbon yang lebih efisien dalam penggunaan ruang.
Untuk kualitas tampilan, pengujian HDR di YouTube dan Netflix menunjukkan hasil yang baik, warna yang akurat dan kontras yang terjaga berkat dukungan Dolby Vision. Refresh rate 120Hz membuat scrolling dan penggunaan media sosial terasa mulus tanpa masalah. Kombinasi ukuran yang compact dan kualitas layar yang baik membuat pengalaman harian dengan HP ini terasa nyaman digunakan.
HyperOS 3 yang Sudah Familiar, dengan Satu Keterbatasan

Xiaomi 17T sudah menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16 out of the box. Salah satu detail yang terasa mengganggu adalah search bar default yang muncul di bagian bawah layar seperti pil, sesuatu yang menurut sebagian pengguna kurang nyaman dan lebih baik dimatikan. Satu keterbatasan yang masih terasa: belum ada fitur Quick Share yang kompatibel dengan AirDrop, jadi transfer file ke perangkat Apple masih belum bisa dilakukan secara langsung.
Desain yang Lebih Bersih, Material yang Masih Sama

Dari sisi desain, Xiaomi 17T tampil lebih clean dibanding Xiaomi 15T Pro. Frame kamera yang sebelumnya punya aksen ring dengan sedikit dent mengkilap kini dihilangkan, membuat tampilan belakang jadi lebih flat dan minimalis, meski dari sisi samping ring tersebut masih terlihat. Warna hitam yang diuji terasa paling pas untuk desain yang lebih minimalis ini.
Dari sisi material, tidak ada peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Frame dan bodi belakang masih menggunakan plastik atau fiberglass, terasa kurang premium dibanding varian Pro saat disentuh langsung. Tapi mengingat kebanyakan pengguna pada akhirnya memakai casing tambahan, perbedaan material ini mungkin tidak terlalu terasa dalam pemakaian harian. Bobotnya 201 gram, cukup terasa untuk ukuran 6,59 inci, tapi tetap nyaman digenggam berkat sisi yang rounded.
Harga Belum Resmi, tapi Prediksi Sudah Bisa Ditebak

Untuk harga resmi di Indonesia, belum ada informasi pasti saat artikel ini ditulis. Prediksi pribadi mengarah ke kisaran Rp8.999.000 agar sejajar dengan HP mid-range premium lain di pasaran, meski ada kemungkinan harga naik lebih tinggi mengikuti tren kenaikan harga seperti yang terjadi di lini POCO X8 belakangan ini. Ini murni prediksi dan belum merupakan harga final resmi.
Setelah pengujian kamera, performa, layar, hingga desain, Xiaomi 17T terasa seperti lompatan yang cukup besar dari generasi sebelumnya. Kamera dengan jangkauan zoom yang lebih jauh membuat jarak antara versi reguler dan Pro tidak terlalu jauh lagi, performa juga mendapat peningkatan meski tidak drastis, ukuran layar yang lebih compact terasa lebih pas untuk pemakaian harian, dan baterai yang lebih besar jadi nilai tambah meski kecepatan charging masih sama di 67W. Kekurangan utamanya ada di suhu yang cepat naik saat dipakai outdoor dan material bodi yang belum ada peningkatan, tapi keduanya bukan halangan besar untuk pemakaian sehari-hari.







Comment