HUAWEI Watch GT 7 Pro: Smartwatch yang Bongkar Kebiasaan Buruk Kesehatan

HUAWEI Watch GT 7 Pro: Smartwatch yang Bongkar Kebiasaan Buruk Kesehatan

Highlight

Bestindotech
  • Physical Readiness menampilkan skor sekitar 60 dengan warna oranye kemerahan, tanda tubuh sedang kecapean dan butuh istirahat.
  • Hasil Diabetes Risk Study sempat menunjukkan medium risk, namun cek gula darah langsung di klinik keluar angka 91 mg per desiliter.
  • Baterai hanya diisi satu kali dalam seminggu pemakaian dan masih tersisa 25 persen, dengan klaim Huawei tahan hingga 21 hari.
Iklan Baseus

Where to Buy

4 products

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Ada momen ketika sebuah perangkat yang awalnya dipakai untuk sekadar menunjang gaya hidup justru membongkar kebiasaan yang selama ini tidak disadari. Bukan soal notifikasi atau tampilan watch face, tapi data mentah tentang tubuh sendiri yang ternyata tidak sebaik yang dikira.

Hal itu yang terjadi saat beralih dari jam tangan konvensional ke HUAWEI Watch GT 7 Pro. Alasan pindahnya sederhana, ingin kembali memonitor dan melacak kesehatan secara rutin. Tapi yang didapat justru lebih dari sekadar data, melainkan kenyataan bahwa ada kebiasaan buruk yang selama ini berdampak ke badan tanpa disadari.

Varian GT 7 Series yang Cukup Membingungkan

Empat kotak HUAWEI Watch GT 7 Pro dan GT 7 dengan varian warna
Empat kotak HUAWEI Watch GT 7 Pro dan GT 7 dengan varian warna

HUAWEI Watch GT 7 Series yang resmi masuk Indonesia punya dua opsi varian, yaitu Watch GT 7 dan GT 7 Pro. Khusus GT 7 reguler, dibagi lagi menjadi dua ukuran, 46mm dan 41mm, dan tiap ukuran punya pilihan warna serta strap yang berbeda-beda.

Ukuran 41mm hadir dalam warna biru dan putih dengan Steel Stainless Case, menggunakan Easy Cross Strap dan Leather Strap. Desainnya lebih ke arah sporty, bukan yang manis, dengan bentuk full bulat dan ukuran yang mungil menyesuaikan bodinya. Corak antara warna biru dan putih pun berbeda, yang putih punya penunjuk menit di ujung frame, sementara biru lebih polos dengan gradasi warna hijau yang mendominasi bagian bawah.

Untuk ukuran 46mm, frame-nya punya bentuk heksagonal di bagian samping yang membuatnya terlihat lebih menonjol di ujung-ujungnya. Strap-nya juga beda, ada campuran bahan di bagian tengah meski bagian dalamnya tetap full karet. Kedua ukuran ini sama-sama memakai mekanisme quick release sehingga strap bisa dicopot pasang dan di-mix and match, asal masih dalam ukuran yang sama.

GT 7 Pro Tampil Beda Lewat Warna Ngejreng

Kedua smartwatch menampilkan desain yang serupa dengan pilihan strap yang berbeda
Kedua smartwatch menampilkan desain yang serupa dengan pilihan strap yang berbeda

Varian GT 7 Pro hanya tersedia dalam satu ukuran, yaitu 46mm. Unit yang dicoba kali ini memakai warna kuning dengan Easy Cross Strap, dan kontrasnya terasa dapat banget. Warna-warna ngejreng semacam ini sebenarnya cocok untuk kebutuhan extreme sport seperti marathon atau trail run, meski untuk pemakaian harian bisa terasa agak mencolok.

Dari segi ukuran dan desain, GT 7 Pro mirip dengan GT 7 reguler ukuran 46mm, hanya saja shade warnanya berbeda terutama di bagian atas dan bawah. Bentuk heksagonal di case-nya juga menyatu langsung, tidak terpisah seperti pada varian reguler. Dengan begitu banyak kombinasi warna dan ukuran, variannya memang terbilang kompleks dan perlu effort lebih untuk memilih yang paling sesuai.

Konektivitas Lintas Platform Lewat Huawei Health

HUAWEI Watch GT 7 Pro berhasil terhubung dengan aplikasi Huawei Health
HUAWEI Watch GT 7 Pro berhasil terhubung dengan aplikasi Huawei Health

Saat pertama kali dipakai, GT 7 Pro langsung terhubung ke aplikasi Huawei Health, dan dalam kasus ini disambungkan ke iPhone 16 Pro. Di iOS, aplikasinya bernama Huawei Health Global, sementara pengguna device Huawei lain atau HP Android bisa menginstal Huawei Health lewat App Gallery.

Yang menarik, semua fitur GT 7 Pro tetap aktif meski dipakai di iOS, mulai dari Physical Readiness, Diabetes Risk Study, Coronary Heart Disease, Arterial Stiffness, sampai tracking berbagai olahraga. Semua data ini juga bisa dikoneksikan ke Apple Health, jadi pengguna ekosistem Apple tidak perlu khawatir datanya terisolasi di satu aplikasi saja.

Desain yang Durable Meski Sudah Kepentok Berkali-kali

HUAWEI Watch GT 7 Pro bergesekan dengan gagang pintu logam
HUAWEI Watch GT 7 Pro bergesekan dengan gagang pintu logam

Dari sisi desain, GT 7 Pro membawa siluet dari GT 6 Pro, dengan tampilan yang ganteng dan durable. Selama pemakaian, jamnya sudah kepentok berkali-kali, baik di kamar maupun di meja kerja, tapi tidak tergores sama sekali saat dicek ulang. Bagian frame paling luar menggunakan ceramic, sisinya titanium alloy, dan kacanya sapphire glass, kombinasi material yang membuatnya lebih tahan banting untuk pemakaian sehari-hari yang kadang ceroboh.

Layarnya juga tidak kalah oke, baik dipakai indoor maupun outdoor, dengan kecerahan yang bisa tembus sampai 3000 nits. Opsi warnanya pun lebih ngejreng dibanding generasi sebelumnya, ada kuning dan hijau, atau kalau mau yang lebih monoton tetap ada warna hitam dengan aksen list merah yang jadi favorit pribadi. Strap barunya menggunakan jenis Snug atau Easy Cross Strap, pemakaiannya simpel dan fit di tangan tanpa membuat merah atau gatal meski dipakai lama, sesuatu yang cukup penting mengingat banyak strap karet lain justru membuat iritasi setelah sejam pemakaian.

Physical Readiness yang Membongkar Kebiasaan Buruk

Skor Physical Readiness '60 Low' pada aplikasi Huawei Health
Skor Physical Readiness ’60 Low’ pada aplikasi Huawei Health

Inilah bagian yang membuat menyesal soal kebiasaan kesehatan selama ini. Saat mengecek Physical Readiness, fitur baru di HUAWEI Watch GT 7 yang mengukur kesiapan badan terhadap aktivitas fisik harian, hasilnya menunjukkan warna oranye kemerahan, artinya skor rendah, berada di kisaran 60-an selama beberapa hari. Artinya badan sedang di level yang sedikit kecapean dan butuh istirahat, dan ini menjelaskan kenapa sering terasa lemas saat mulai berolahraga.

Fitur Readiness ini mengambil data dari monitoring kualitas tidur, HRV atau Heart Rate Variability, heart rate saat tidur, stress level, sampai penggunaan kalori. Dari situ, AI Huawei membuat analisa sekaligus tips untuk menjaga kesiapan tubuh saat menjalani hari. Analisa ini cukup membantu untuk menahan diri agar tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, atau justru jadi pengingat untuk memulai hidup lebih sehat lewat jam tidur yang lebih teratur. Fitur ini butuh data pemakaian jam selama tiga hari, baik pagi maupun saat tidur, sebelum hasilnya bisa dibaca dengan akurat.

Risiko Diabetes yang Berujung Cek Klinik

Notifikasi 'Diabetes risk Medium risk' pada HUAWEI Watch GT 7 Pro
Notifikasi ‘Diabetes risk Medium risk’ pada HUAWEI Watch GT 7 Pro

Selain Readiness, ada juga Coronary Heart Disease Study dan Diabetes Risk Study sebagai penilaian tingkat risiko penyakit sebelum lanjut ke tenaga medis. Saat dicek, hasilnya ternyata medium risk untuk diabetes, sebuah kejutan yang membuat penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh sendiri.

Hasil ini kemudian ditindaklanjuti dengan cek gula darah langsung di klinik, dan hasilnya keluar di angka 91 mg per desiliter, yang berarti gula darahnya sebenarnya masih dalam batas oke. Status medium risk di jam kemungkinan muncul karena ada konsumsi gula tinggi sebelum pengecekan, seperti makan kue-kuean dalam jumlah lumayan banyak. Kalau mau hasil yang lebih jelas, disarankan untuk start new cycle berkali-kali agar dapat nilai averagenya. Intinya, kalau mendapat hasil medium risk, jangan langsung percaya begitu saja sebagai diagnosis pasti, tapi gunakan sebagai alarm untuk cek ulang ke klinik atau rumah sakit.

Skor Jantung Koroner yang Membuat Deg-degan

Interaksi dengan smartwatch yang menunjukkan hasil deteksi risiko penyakit jantung koroner
Interaksi dengan smartwatch yang menunjukkan hasil deteksi risiko penyakit jantung koroner

Setelah dapat medium risk di diabetes dan skor Readiness yang jelek, giliran Coronary Heart Disease atau CHD yang membuat deg-degan kedua kalinya. Di Indonesia, CHD masuk dalam tiga penyakit paling mematikan, dan pemicunya biasanya tidak jauh dari kolesterol tinggi, obesitas, rokok, kebiasaan makan berlemak, serta jarang olahraga, kombinasi yang sebagian memang relevan dengan gaya hidup sehari-hari.

Untungnya, hasil CHD menunjukkan level risiko yang rendah. Tapi ini jadi pengingat untuk segera memperbaiki kebiasaan kalau skornya sudah mulai turun, supaya hasil yang bagus bisa tetap terjaga. Sistem deteksinya membaca dari ritme jantung selama pemakaian jam, termasuk Arterial Stiffness Assessment dan HRV. Huawei mengklaim proses studi ini sudah tervalidasi lewat riset klinis yang berkolaborasi dengan institusi lokal di Malaysia dan Thailand, serta rumah sakit di China, jadi bukan sekadar algoritma tebak-tebakan. Meski begitu, hasil ini tetap sebatas analisa risiko, bukan diagnosis final, jadi tetap perlu cek kesehatan lebih detail ke klinik atau rumah sakit. Untuk menguji fitur ini, jamnya perlu dipakai selama tiga hari pagi dan malam, ditambah pengecekan ECG minimal satu kali.

Tracking Olahraga dari Paddle sampai Trail Run

HUAWEI Watch GT 7 Pro melacak skor pertandingan padel
HUAWEI Watch GT 7 Pro melacak skor pertandingan padel

Untuk memperbaiki kebiasaan buruk tadi, mulai aktif ikut beberapa olahraga, salah satunya padel. Saat main padel bareng teman, jamnya tetap bisa melacak heart rate, kalori, dan bahkan paddle point sebagai tracker score. Buat yang suka tenis, pickleball, atau badminton, movement bisa dilacak lebih lengkap dengan menyambungkan ke aplikasi seperti Tennis X, Pickle X, atau Good Shot.

Untuk olahraga yang lebih berat seperti trail run, skiing, sampai cycling, tracking yang didapat jauh lebih komplit. Jamnya bisa mendeteksi belokan tajam, membaca g-force, serta mencatat gradient dan elevation secara detail, bahkan saat trail run di kawasan yang rimbun dengan banyak pohon. Untuk kebutuhan city run yang sedang ngetren di Jakarta, biasanya jarak 5 sampai 10 km, deteksi lokasinya lebih akurat berkat teknologi yang disebut Huawei sebagai AI XDR Positioning. Posisi yang sulit dijangkau GPS, seperti di terowongan atau area gedung tinggi, tetap bisa ter-tracking dengan baik lewat jam ini.

Baterai yang Awet Hampir Dua Minggu

Informasi daya tahan baterai HUAWEI Watch GT 7 Pro pada ponsel
Informasi daya tahan baterai HUAWEI Watch GT 7 Pro pada ponsel

Setelah seminggu pemakaian, jamnya baru diisi daya satu kali, dan saat dicek secara real time masih tersisa 25 persen. Ini semua sudah termasuk pemakaian untuk monitoring kesehatan yang dibahas sebelumnya, ditambah fitur Always-On Display. Hasilnya, pengalaman pakainya jadi terasa beda dibanding smartwatch lain, lebih nyaman karena tidak perlu sering-sering ngecas.

Huawei sendiri mengklaim ketahanan baterai GT 7 Pro bisa mencapai 21 hari, atau kalau dipakai untuk extreme sports seperti trail run, bisa bertahan sampai 51 jam. Untuk urusan pembayaran, GT 7 Series sudah mendukung Link Aja yang tinggal dikoneksikan lewat aplikasinya, dan transaksinya dilakukan via scan, mirip seperti saat belanja di Indomaret atau Alfamart yang biasanya minta scan kode untuk pembayaran.

Penyempurnaan yang Membuat Sulit Kembali ke Jam Lama

Perbandingan HUAWEI Watch GT 7 Pro kuning dengan GT 7 biru
Perbandingan HUAWEI Watch GT 7 Pro kuning dengan GT 7 biru

HUAWEI Watch GT 7 Pro pada akhirnya memberi patokan yang jelas, kapan harus istirahat dan kapan bisa ngegas untuk berolahraga, semua lewat fitur baru Physical Readiness. Kesehatan juga dilacak dengan lengkap, terutama soal jantung, lengkap dengan pengetesan risiko jantung koroner dan diabetes sebagai langkah awal sebelum ke klinik atau rumah sakit untuk pengecekan lebih detail. Olahraga pun ter-tracking secara menyeluruh, dari padel sampai extreme sport seperti trail run dan skiing, bukan cuma heart rate dan kalori, tapi juga detail seperti movement dan g-force.

Baterainya super awet, bertahan seminggu bahkan hampir dua minggu hanya dengan sekali pengisian daya. Semua ringkasan data dari jamnya bisa dicek lewat aplikasi Huawei Health di device apapun, baik iOS maupun Android. GT 7 Series jadi penyempurnaan dari GT 6 Series yang sebenarnya sudah bagus dari sananya, dan sekarang tinggal soal harga yang jadi pertimbangan akhir.

Untuk mendapatkan experience penuh dari ekosistem Huawei, upgrade ke Watch GT 7 Series terasa worth it. Tapi kalau menemukan harga bagus di Watch GT 6, atau memang sudah memakainya, GT 6 masih relevan karena monitoring kesehatannya sudah solid dari core-nya. Yang jelas, perangkat sekecil ini ternyata bisa jadi cermin jujur tentang kebiasaan yang selama ini diabaikan, dan itu jauh lebih berharga daripada sekadar fitur di atas kertas.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Iklan Faber-Castell
Iklan Pelago