Highlight
Bestindotech- iPad Mini generasi ke-8 turun bobot dari sekitar 290 gram menjadi 250 gram dan kini pakai chip A20 Pro yang sama dengan iPhone 18 Pro.
- MacBook Pro OLED touchscreen hadir dengan layar 1000 nits HDR, 2000 nits peak, kontras 10 juta banding 1, dan logo Apple belakang yang bisa menyala lagi.
- Harga MacBook Pro OLED mulai USD 2.899 untuk varian 14 inci, naik sekitar USD 400 dibanding MacBook Pro mini LED M5 Pro sebelumnya.
Where to Buy
5 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Ada momen di mana sebuah brand teknologi melepas kebiasaan lamanya demi menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru, bukan sekadar penyegaran spesifikasi tahunan. Biasanya perubahan semacam ini muncul di produk yang sudah lama tidak disentuh, dan ketika akhirnya berubah, dampaknya terasa jauh lebih besar dibanding upgrade rutin pada umumnya.
Apple baru saja merilis beberapa produk baru lewat Apple Event Pro & Tell 2026 yang digelar di Los Angeles, lokasi yang berbeda dari Cupertino seperti biasanya. Dalam acara singkat sekitar 10-15 menit itu, Apple memperkenalkan iPad Mini generasi ke-8, MacBook Pro M6, iMac M6, hingga yang paling mencuri perhatian yaitu MacBook Pro dengan layar OLED sekaligus touchscreen pertama di jajaran MacBook Pro.
iPad Mini Akhirnya Pakai Panel OLED

Setelah bertahun-tahun bertahan dengan panel IPS, iPad Mini generasi ke-8 akhirnya beralih ke panel OLED. Bedanya, panel ini bukan Tandem OLED seperti di iPad Pro, melainkan disebut Apple sebagai OLED XDR. Ukuran layarnya pun naik tipis dari 8,3 inci menjadi 8,5 inci berkat bezel yang 25 persen lebih tipis.
Sayangnya refresh rate layar ini masih di angka 60Hz, dan Apple tidak menyebutkan detail teknologi motion yang dipakai. Saat dicoba langsung, animasinya terasa cukup smooth meski pengetesan dilakukan secara terburu-buru di tengah keramaian hands-on area. Yang paling terasa justru perbedaan warna yang jauh lebih hidup dibanding iPad Mini generasi sebelumnya yang masih pakai panel IPS.
Bodi Lebih Tipis dan Jauh Lebih Ringan

Perubahan paling terasa di genggaman justru bukan di layar, melainkan di bobot dan ketebalan bodi. iPad Mini generasi ke-8 turun dari sekitar 290 gram menjadi sekitar 250 gram, terpotong hampir 40 gram dari generasi sebelumnya. Ketebalannya pun menyusut dari 6,3mm menjadi 5,4mm.
Selisih bobot segini bukan angka kecil untuk perangkat seukuran tablet mini yang sering dipegang dengan satu tangan dalam waktu lama. Saat dibandingkan langsung dengan iPad Mini generasi lama, perbedaannya cukup terasa begitu dipegang berdampingan, membuat iPad Mini baru ini terasa jauh lebih nyaman digenggam untuk sesi pemakaian panjang.
Chip A20 Pro Membuat Lompatan Performa Terasa

Di balik bodi yang lebih ringan, iPad Mini generasi ke-8 kini mengandalkan chip A20 Pro, chip yang sama dengan yang dipakai di iPhone 18 Pro dan iPhone Duo. Lompatan performanya dibanding A19 tergolong signifikan, dan ini jadi kabar baik mengingat desain iPad Mini sudah bertahan sekitar 5 tahun tanpa perubahan besar.
Saat dicoba memainkan game dari miHoYo, visual dan animasi playback-nya berjalan sangat mulus berkat kekuatan chip barunya. Dengan performa sekelas ini, usia pakai iPad Mini generasi ke-8 berpotensi lebih panjang, bahkan untuk kebutuhan produktivitas yang lebih berat sekalipun.
Fitur Tambahan yang Membuat iPad Mini Lebih Matang

iPad Mini generasi ke-8 kini sudah mengantongi sertifikasi IP67 water and dust resistant, pertama kalinya hadir di lini iPad Mini. Artinya perangkat ini lebih aman dari risiko kecemplung air, cocok untuk kebiasaan menonton drama sambil rebahan di kamar mandi.
Posisi webcam kini dipindah ke sisi landscape, meski posisinya terlihat agak offset ke kiri dan tidak benar-benar di tengah. Secara penggunaan, posisi ini tidak terlalu mengganggu. Konektivitas juga naik kelas lewat Apple N1 wireless chip yang mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, lengkap dengan varian seluler meski belum jelas apakah akan masuk ke Indonesia.
Untuk harga, iPad Mini generasi ke-8 tersedia dalam tiga varian storage yaitu 128GB, 256GB, dan 512GB, dengan harga mulai USD 699. Varian seluler menambah USD 150, sementara opsi Nano Texture untuk layar OLED menambah USD 100 lagi. Ketersediaan di Indonesia sendiri masih belum dipastikan.
MacBook Pro M6 Naik Spesifikasi tanpa Lompatan Besar

MacBook Pro varian paling dasar kini beralih ke chip M6 dengan konfigurasi 12-core CPU dan 12-core GPU, naik dari M5 yang masih 10-core CPU dan GPU. Neural Engine-nya memakai Dual 16-core, menghasilkan peningkatan AI compute 25 persen dan performa grafis 30 persen lebih tinggi, dengan bandwidth naik ke 170GB per detik.
Angka-angka ini memang tidak terasa dramatis bagi pengguna M5, tapi untuk yang masih memakai M1 atau M2, lompatannya akan jauh lebih terasa. MacBook Pro M6 juga sudah memakai N1 wireless chip yang sama dengan iPad Mini, mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, dengan daya tahan baterai tetap di 16 jam pemakaian dan 24 jam untuk browsing. Dukungan external display pun naik dari 4K 144Hz menjadi 165Hz.
Soal harga, MacBook Pro M6 dibanderol USD 1.999 untuk varian 16GB, sama dengan harga MacBook Pro M5 base setelah kenaikan harga yang terjadi sejak Juni lalu.
iMac M6 Jadi Pilihan Produktivitas yang Lebih Terjangkau

Setelah terakhir diperbarui pada November 2024 dengan chip M4, iMac kini naik ke M6 dengan varian 10-core CPU dan 10-core GPU, sedikit di bawah konfigurasi MacBook Pro M6. Menurut klaim Apple, peningkatan produktivitas untuk pekerjaan seperti Excel bisa mencapai 1,5 kali lebih cepat dibanding M4, sementara proses AI diklaim 5 kali lebih kencang.
Desain, layar 24 inci 4.5K IPS, bodi, hingga susunan port iMac tidak berubah dari generasi sebelumnya. Harganya mulai dari USD 1.499 untuk varian 10+10, dan USD 1.699 untuk varian yang setara dengan MacBook Pro M6 base, yang artinya lebih murah dibanding MacBook Pro meski keduanya berbeda kategori perangkat.
Ada satu opsi upgrade menarik yaitu port Ethernet 2,5Gb seharga USD 150, cocok untuk yang ingin menjadikan iMac sebagai server rumahan.
MacBook Pro OLED Hadir dengan Layar Kelas Baru

Produk paling ditunggu di acara ini adalah MacBook Pro dengan layar Pro OLED XDR Display yang sudah mendukung touchscreen. Panel ini diklaim berada di kelas yang lebih tinggi dibanding Tandem OLED yang dipakai iPad Pro, dengan spesifikasi 1000 nits untuk HDR biasa dan 2000 nits untuk peak HDR, rasio kontras 10 juta banding 1, ProMotion 120Hz, True Tone, serta dukungan warna P3 plus Adobe RGB.
Spesifikasi setajam ini jelas menyasar kebutuhan profesional yang mengandalkan akurasi warna dan ketajaman detail dalam pekerjaan sehari-hari, baik untuk editing foto maupun video.
Fungsi Touchscreen yang Masih Jadi Tanda Tanya

Kehadiran touchscreen di MacBook Pro jadi bagian yang paling mengundang rasa penasaran sekaligus kebingungan. Implementasinya masih terasa terbatas, mirip fungsi di iPad, seperti mengganti window, scrubbing, dan scrolling halaman website.
Salah satu fitur baru yang muncul berkat touchscreen ini adalah Dynamic Island. Saat disentuh, elemen ini bisa membesar untuk menampilkan kontrol playback lagu atau notifikasi lainnya. Siri pun kini bisa dimunculkan dengan cara scroll dari atas ke bawah, lalu diketik langsung di layar. Meski begitu, fungsi touchscreen ini masih perlu penjelasan lebih lanjut dari Apple soal seberapa jauh kegunaannya dalam alur kerja sehari-hari di MacBook.
Logo Apple yang Menyala Kembali

Salah satu momen paling emosional dari peluncuran ini adalah kembalinya logo Apple yang menyala di bagian belakang layar, fitur ikonik yang sempat hilang sejak era MacBook lama di awal tahun 2000-an. Logo ini bisa diredupkan atau diterangkan tergantung tingkat kecerahan layar, dan akan ikut mati saat layar dimatikan.
Bagi yang sempat memakai MacBook generasi awal, kembalinya logo menyala ini terasa seperti menghidupkan kembali identitas yang dulu sangat melekat dan tidak dimiliki laptop lain. Responsivitasnya pun instan, sejalan dengan karakter khas Apple Silicon.
Bobot Lebih Ringan Jadi Nilai Jual Tersembunyi

Selain layar dan logo yang menyala, faktor yang terasa sangat penting justru ada di bobotnya. Apple mengklaim MacBook Pro OLED ini berbobot sekitar 3 lb (sekitar 1,36 kg), sedikit lebih ringan dibanding MacBook Air 15 inci. Ini jadi kabar menarik terutama untuk varian 14 inci yang makin terasa jadi sweet spot buat kebutuhan mobile dan portabilitas tinggi.
Port yang tersedia tetap lengkap, mulai dari SD Card, HDMI, hingga Thunderbolt, dengan keyboard yang juga tidak berubah. Perbedaan utama tetap ada di sektor layar dan logo belakang, sementara chip yang digunakan masih M5 Pro dan M5 Max dengan konfigurasi yang kurang lebih sama. Daya tahan baterai pun tetap terjaga di angka 24 jam meski bobot keseluruhan berkurang.
Harga MacBook Pro OLED Melonjak Signifikan

Kenaikan harga MacBook Pro OLED ini cukup signifikan, sekitar USD 400 dibanding varian MacBook Pro mini LED M5 Pro sebelumnya. MacBook Pro OLED kini dibanderol mulai USD 2.899 untuk varian 14 inci, dan USD 3.399 untuk varian 16 inci.
Lonjakan harga sebesar ini jelas bukan angka kecil, dan calon pembeli perlu mempertimbangkan apakah fitur layar OLED serta touchscreen yang masih terbatas fungsinya ini sepadan dengan selisih harga tersebut.
Produk Paling Menarik dari Apple Event Kali Ini

Dari semua produk yang diperkenalkan, MacBook Pro OLED 14 inci jadi yang paling menarik perhatian berkat kombinasi bobot ringan dan layar kelas atas, meski fungsi touchscreen-nya masih menyisakan tanda tanya besar. Sementara itu, iPad Mini generasi ke-8 juga layak ditunggu terutama bagi pengguna lama yang sudah menanti upgrade signifikan selama bertahun-tahun, apalagi dengan lompatan performa dari chip A20 Pro dan bobot yang jauh lebih ringan.
Baik MacBook Pro OLED maupun iPad Mini OLED sama-sama menunjukkan bahwa Apple mulai berani mengubah elemen yang selama ini dianggap sudah mapan, mulai dari jenis panel, bobot, hingga menghidupkan kembali detail nostalgia seperti logo yang menyala. Pertanyaannya sekarang bukan lagi soal seberapa besar upgrade di atas kertas, melainkan seberapa nyata dampaknya saat benar-benar dipakai dalam rutinitas harian, sesuatu yang baru bisa dijawab setelah produk ini resmi beredar lebih luas.
Comment