Highlight
Bestindotech- iPhone Duo kembali memakai Touch ID dan meniadakan Face ID, sehingga pengguna lama Face ID perlu adaptasi ulang.
- Multitasking di layar dalam iPhone Duo dibatasi hanya dua aplikasi sekaligus, kalah dari beberapa HP lipat lain yang sudah mendukung tiga sampai lima aplikasi.
- Power Bank H Duo dari Vention dibuat khusus mengikuti bentuk iPhone Duo dengan kapasitas 5000 mAh, output 15W wireless dan 20W wired.
Where to Buy
3 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Beli HP lipat baru itu gampang, tapi memahami seluruh settingan tersembunyi di dalamnya sering kali butuh waktu lebih lama dibanding proses unboxing itu sendiri. Apalagi kalau perangkat tersebut datang dari brand yang baru pertama kali terjun ke kategori foldable, karena pendekatan software dan hardware-nya bisa sangat berbeda dari yang biasa dipakai sehari-hari.
iPhone Duo akhirnya datang, dan setelah proses unboxing serta setup awal selesai, ada beberapa hal penting yang perlu dicek sebelum benar-benar menyelami perangkat ini lebih jauh. Mulai dari sistem keamanan, mode kamera, kontrol volume, Standby Mode, kesehatan baterai, sampai aksesoris resmi yang dirancang khusus untuknya.
Build Quality yang Terasa Premium Sejak Pegangan Pertama

Kesan pertama memegang iPhone Duo langsung terasa dari build quality-nya. Dibandingkan foldable lain yang pernah dipegang, kualitas materialnya terasa lebih premium. Bobotnya memang lumayan, tapi masih berada di titik yang cukup balance untuk digenggam sehari-hari.
Yang menarik, Apple memilih untuk menghadirkan kembali Touch ID alias fingerprint sensor sebagai metode keamanan utama. Face ID justru tidak ada di perangkat ini. Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan Face ID sejak era iPhone X, keputusan ini jelas butuh waktu adaptasi tersendiri. Ini bukan sekadar perubahan kecil, karena Face ID sudah jadi standar interaksi iPhone selama bertahun-tahun, dan kembali ke sensor fisik berarti mengubah kebiasaan membuka kunci HP yang sudah mengakar.
Multitasking Dua Aplikasi yang Terasa Dibatasi

Layar dalam iPhone Duo dirancang untuk mendukung multitasking, dan ini jadi salah satu daya tarik utama kategori foldable. Caranya cukup intuitif, swipe dari atas layar lalu geser ke kiri untuk memilih aplikasi kedua yang ingin dibuka berdampingan.
Ada juga fitur pairing dengan menekan bagian tengah layar, yang akan berubah warna putih menyerupai tampilan buku terbuka. Secara desain UI, pendekatan ini terlihat menarik dan mudah dipahami pengguna baru.
Sayangnya, multitasking di iPhone Duo dibatasi hanya untuk dua aplikasi sekaligus. Ini jadi catatan penting karena beberapa HP lipat lain sudah mampu menjalankan tiga, bahkan empat sampai lima aplikasi dalam satu layar. Ditambah lagi, saat layar digeser ke posisi portrait, sistem otomatis berpindah ke aplikasi yang sebelumnya ada di sisi kiri, dan baru kembali menampilkan dua window saat diputar lagi ke landscape. Bagi yang terbiasa multitasking berat, keterbatasan ini terasa sebagai langkah mundur dibanding kompetitor.
Mode Kamera yang Dirancang untuk Momen Sehari-hari

iPhone Duo hanya dibekali dua kamera di bagian belakang, satu kamera selfie di layar utama, dan satu kamera FaceTime di layar dalam. Jumlah yang minim ini dikompensasi dengan beberapa mode kamera yang cukup kreatif.
Mode Duo Preview memungkinkan orang lain melihat hasil jepretan secara real-time di layar kedua, sehingga memudahkan proses pengambilan foto saat ada orang yang ingin memastikan angle sudah pas. Ada juga mode Kid Cue yang menampilkan animasi seperti Snoopy untuk menarik perhatian anak kecil agar mau menatap ke arah kamera.
Fitur lain yang menarik adalah Slide to Show Camera, di mana tampilan kamera dari layar dalam bisa digeser untuk langsung berpindah ke layar luar. Fitur ini berguna untuk selfie dengan kualitas kamera belakang yang biasanya lebih tajam dibanding kamera depan, sebuah kebiasaan yang memang umum dilakukan pengguna HP lipat.
Kamera FaceTime dan Fitur Dual Call yang Eksklusif

Kamera di bagian dalam iPhone Duo disebut Apple sebagai FaceTime Camera, dan ini merupakan kamera under display. Tujuannya memang spesifik untuk panggilan video, bukan sebagai pengganti kamera selfie utama, karena kualitas kamera depan tetap lebih baik untuk keperluan foto.
Meski FaceTime jarang dipakai di Indonesia, iPhone Duo punya fitur eksklusif bernama Dual FaceTime. Fitur ini memungkinkan kamera depan menangkap wajah pengguna sementara kamera belakang menampilkan pemandangan di sekitar, dan keduanya muncul bersamaan untuk lawan bicara di layar belakang. Fitur semacam ini belum pernah ditemukan di foldable lain, dan menunjukkan bagaimana Apple mencoba memanfaatkan dua layar secara maksimal.
Rest Finger To Open dan Alasan di Balik Jeda Fingerprint

Saat mencoba membuka kunci iPhone Duo, ada jeda sebelum layar benar-benar terbuka meski jari sudah menempel di sensor. Ini bukan tanda fingerprint yang lambat, melainkan desain yang disengaja Apple agar pengguna sempat melihat notifikasi yang masuk terlebih dulu.
Kalau ingin proses yang lebih cepat, pengaturannya bisa diubah di menu Touch ID & Passcode, pada opsi Rest Finger To Open. Setelah opsi ini dimatikan, cukup tekan tombol sambil menyentuh sensor sidik jari, dan HP langsung terbuka tanpa jeda. Pengaturan ini perlu dipahami sejak awal, karena bawaannya memang dirancang agar pengguna melihat notifikasi dulu, bukan langsung membuka HP.
Selain itu, iPhone Duo juga mendukung automatic unlock lewat proximity dengan Apple Watch, mirip dengan cara kerja unlock MacBook menggunakan Apple Watch yang berada di dekatnya.
Fixed Position Volume Control Mengikuti Orientasi Layar

Posisi tombol volume di iPhone Duo berada di bagian atas, mirip iPad Mini. Namun ada satu fitur yang sebelumnya hanya dimiliki iPad Pro, yaitu Fixed Position Volume Control.
Dengan fitur ini aktif, fungsi tombol volume akan menyesuaikan orientasi perangkat secara otomatis layaknya ada gyroscope yang mendeteksi posisi HP. Saat perangkat diputar, tombol yang berada di posisi atas akan otomatis berfungsi sebagai volume up, sementara posisi kanan atau kiri menyesuaikan arah naik turunnya volume. Fitur ini membuat pengguna tidak perlu lagi berpikir soal orientasi device saat ingin mengatur suara, cukup tekan tombol di posisi yang dirasa benar dan sistem akan menyesuaikan sendiri.
Standby Mode yang Bisa Aktif tanpa Harus Dicas

Standby Mode di iPhone Duo punya pendekatan berbeda dibanding iPhone-iPhone sebelumnya. Jika di iPhone biasa fitur ini baru aktif saat perangkat sedang mengisi daya, di iPhone Duo mode ini bisa muncul hanya dengan memposisikan HP dalam bentuk tertentu, seperti posisi terbuka setengah menyerupai tenda.
Saat perangkat dilipat sebagian dan diletakkan dalam posisi tersebut, Standby Mode langsung muncul menampilkan pilihan tampilan seperti foto atau jam. Fitur ini terlihat unik secara desain, meski belum diketahui seberapa besar dampaknya terhadap konsumsi baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Dua Sel Baterai yang Dipantau Secara Terpisah

Salah satu detail yang jarang ditemukan di HP lipat lain adalah sistem monitoring baterai iPhone Duo yang menampilkan dua sel baterai secara terpisah. Di pengaturan kesehatan baterai, tercatat baterai 1 dan baterai 2, masing-masing dengan kapasitas, cycle count, dan tanggal produksinya sendiri.
Pada unit yang digunakan, baterai pertama sudah mencatat 1 cycle, sementara baterai kedua masih di angka 0 cycle. Detail setransparan ini jarang ditemukan di foldable lain, meski kebanyakan HP lipat sebenarnya juga menggunakan dua sel baterai, satu di bagian depan dan satu lagi di belakang layar.
Case Resmi Apple dengan Desain yang Dipikirkan Matang

Apple menghadirkan dua case resmi untuk iPhone Duo. Pertama adalah case berbahan polikarbonat atau plastik, dan kedua adalah Folio Kickstand Case. Case polikarbonat memakai sistem perekat lem di bagian ujung-ujungnya dengan lapisan pelindung hijau yang harus dilepas sebelum dipasang. Setelah terpasang, muncul notifikasi untuk mengaktifkan opsi Shift Left Edge di pengaturan display, yang menggeser sedikit tampilan layar ke kiri agar lebih nyaman saat mengetik dengan case terpasang.
Fitur ini jadi solusi atas masalah umum pengguna foldable, di mana case sering membuat proses mengetik di tepi layar jadi tidak akurat dan memicu typo. Apple tampaknya memikirkan detail interface ini secara khusus, termasuk membuat case yang melindungi bagian depan dan belakang sekaligus, berbeda dari kebanyakan brand lain yang hanya fokus pada proteksi belakang.
Folio Case dengan Detail Hinge yang Tak Biasa

Case kedua, iPhone Duo Folio Case, memakai sistem magnet alih-alih lem untuk pemasangannya. Case ini disebut sebagai salah satu case iPhone termahal yang pernah dibuat Apple, tersedia dalam warna Navy Blue dan Taupe, dengan bahan menyerupai fabric.
Detail paling menarik ada di bagian hinge, di mana saat HP dilipat, ada lapisan kain tambahan berbahan mirip rubber yang tersimpan rapi di bagian dalam. Desain ini terlihat jenius karena belum pernah ditemukan di case foldable manapun sebelumnya. Case ini juga dilengkapi fitur folio kickstand yang memungkinkan HP berdiri sendiri dengan stabil, meski proses mengoperasikan HP jadi sedikit lebih rumit karena bagian luar case harus dibuka terlebih dulu sebelum layar bisa diakses.
Power Bank Khusus yang Mengikuti Bentuk iPhone Duo

Karena bentuk iPhone Duo yang mengkotak, kebanyakan power bank MagSafe yang ada di pasaran saat ini tidak kompatibel dengannya. Namun ditemukan satu produk dari Vention bernama Power Bank H Duo yang memang dirancang menyesuaikan bentuk iPhone Duo, meski belum tersedia dalam warna yang sama persis dengan perangkatnya.
Power bank ini punya kapasitas 5000 mAh dengan output charging 15W untuk wireless dan 20W untuk wired atau kabel. Angka watt yang tidak terlalu besar ini kemungkinan disesuaikan dengan bodi yang tipis, demi menjaga faktor safety dan thermal management tetap terkendali saat digunakan bersamaan dengan perangkat yang setipis iPhone Duo.
Bukan Sekadar iPhone yang Dilipat Dua

Setelah menjalani proses setup dan eksplorasi awal ini, jelas terlihat bahwa iPhone Duo bukan sekadar iPhone biasa yang dilipat jadi dua. Setiap detail, mulai dari keputusan menghadirkan kembali Touch ID, pembatasan multitasking dua aplikasi, hingga case yang dirancang khusus dengan detail hinge yang belum pernah ada di foldable lain, menunjukkan bagaimana Apple mencoba membangun pengalaman yang benar-benar berbeda dari kompetitornya. Yang paling penting untuk dipahami calon pengguna adalah, iPhone Duo memang menghadirkan inovasi nyata di beberapa sisi, tapi juga datang dengan kompromi yang cukup terasa, terutama soal kemampuan multitasking yang masih kalah dari HP lipat lain di pasaran.
Comment