JISULIFE Handheld Fan Ultra 2: Kipas Portable yang Diuji Pakai Alat Ukur Sungguhan

JISULIFE Handheld Fan Ultra 2: Kipas Portable yang Diuji Pakai Alat Ukur Sungguhan

Highlight

Bestindotech
  • Diuji dengan anemometer, kecepatan angin di level 100% mencapai 11 meter per detik, lebih kencang dari kipas berdiri biasa di rumah.
  • Sistem dua klik untuk menyalakan kipas mencegah tombol tertekan tidak sengaja di dalam tas, masalah umum di kipas portable lain.
  • Setelah dipakai rutin 15-30 menit per hari selama dua minggu, baterainya baru habis satu kali, jauh lebih awet dari kipas portable lain.

Beli Produk

Kipas angin portable biasanya jadi barang yang dibeli karena harga murah, dipakai sebentar, lalu rusak, dan akhirnya beli lagi yang baru. Siklus ini sudah dialami berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan untuk mencoba opsi yang lebih mahal: JISULIFE Handheld Fan Ultra 2, generasi kedua dari brand yang mengklaim diri sebagai brand kipas portable nomor satu di dunia.

Setelah melihat banyak review dan rekomendasi, termasuk perbandingan dari salah satu tech creator Singapura antara generasi pertama dan kedua, rasa penasaran ini berlanjut sampai akhirnya JISULIFE resmi punya toko di Indonesia. Produk ini diuji selama dua minggu, dibawa untuk outing tim Bestindotech ke Pulau Seribu, dipakai untuk main padel, dan bahkan diuji kecepatan anginnya dengan alat ukur anemometer.

Tiga Fungsi dalam Satu Kipas

Daftar fitur pada kemasan JISULIFE Handheld Fan Ultra 2

JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 dirancang sebagai perangkat 3-in-1: kipas angin, senter, dan power bank. Baterainya 9.000 mAh yang diklaim bisa bertahan hingga 25 jam, dengan kecepatan angin yang bisa disesuaikan dalam 100 level berbeda. Ada juga LED smart display untuk menunjukkan sisa baterai, dan bagian belakang yang bisa dilepas untuk akses tambahan.

Selain unit utamanya, dalam kotak juga disertakan beberapa aksesori magnetik: attachment yang bisa berfungsi sebagai pompa angin, air duster untuk membersihkan debu, pouch untuk menyimpan unit dengan aman, kabel USB-A ke USB-C yang bagian USB-A-nya bisa dilepas, lanyard, sikat pembersih, dan user guide.

Build Quality yang Terasa Sesuai Harganya

Build quality JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 dengan material menyerupai metal

Begitu dikeluarkan dari kotak, bobotnya langsung terasa, dengan kesan premium dari material yang menyerupai metal. Bagian switch untuk menyalakan dan mematikan kipas terletak di bodi, lengkap dengan LCD screen kecil yang menunjukkan persentase baterai. Untuk fungsi senter, ada tombol khusus di bagian belakang dengan tiga level kecerahan plus mode SOS, posisinya didesain agar kipas di bagian depan tetap bisa dipakai bersamaan.

Bagian bawah unit ini punya lanyard dengan desain solid yang tidak mudah jatuh, berbeda dari kipas lain yang biasanya punya bagian bawah bulat dan lebih rawan terjatuh. Bentuknya juga cukup slim, mirip ring case, sehingga mudah dimasukkan ke tas harian tanpa membuatnya jadi terlalu penuh.

Diuji Pakai Anemometer, Hasilnya Sesuai Klaim

Perbandingan kecepatan angin kipas rumah dan JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 menggunakan anemometer

Setelah dua minggu pemakaian, termasuk dibawa outing ke Pulau Seribu dan dipakai rutin untuk main padel di cuaca yang sedang panas, performanya terasa sangat membantu. Untuk membuktikan klaim performa secara lebih objektif, dibeli alat ukur kecepatan angin bernama anemometer.

Hasil pengujian pada jarak 15 cm menunjukkan kecepatan angin di level 100% mencapai 11 meter per detik. Angka ini bahkan dibandingkan dengan kipas berdiri di rumah, dan hasilnya kipas portable ini punya kecepatan angin yang lebih kencang. Konsekuensinya, suara yang dihasilkan juga cukup terdengar karena kipasnya kecil tapi berputar dengan kecepatan tinggi. Tapi di tempat ramai atau outdoor, suara ini tidak terlalu mengganggu.

Sistem Dua Klik yang Butuh Pembiasaan

Tombol switch dua klik pada JISULIFE Handheld Fan Ultra 2

Untuk menyalakan kipas, ada dua langkah yang perlu dilakukan: klik pertama untuk mengaktifkan, klik kedua untuk mengatur kecepatan. Awalnya terasa sedikit membingungkan, bahkan orang tua sempat kebingungan saat pertama kali mencoba. Tapi sistem ini punya alasan keamanan yang jelas: mencegah kipas menyala sendiri secara tidak sengaja saat berada di dalam tas.

Ini jadi masalah umum di kipas portable lain, ada cerita dari rekan yang menyesal membeli kipas portable karena seringkali tertekan tanpa sengaja di dalam tas, sehingga baterainya habis duluan sebelum benar-benar dipakai. Dengan sistem dua klik ini, kemungkinan kejadian serupa jauh lebih kecil.

Power Bank dan Senter sebagai Nilai Tambah

Fungsi power bank JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 mengisi daya smartphone

Di luar fungsi utamanya sebagai kipas, ada dua fitur tambahan yang juga berguna. Sebagai senter, kecerahannya bahkan lebih terang dibanding flash kamera iPhone 17 Pro Max, plus ada mode SOS untuk situasi darurat. Sebagai power bank, baterai 9.000 mAh-nya bisa mengisi daya perangkat lain hingga 18W.

Setelah dipakai setiap hari minimal 15 hingga 30 menit selama dua minggu, baterainya baru habis satu kali. Ini jauh lebih awet dibanding kipas portable lain yang biasanya butuh diisi ulang setiap minggu. Untuk pengisian dayanya sendiri, dari 10% ke 100% membutuhkan waktu 2 jam 34 menit, sesuai dengan klaim resmi 2,5 jam. Kecepatan pengisian maksimalnya 18W, meski mendekati 100% kecepatannya sedikit menurun.

Harga yang Sepadan dengan Daya Tahannya

JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 beserta aksesori dan harganya

Untuk harga, JISULIFE Handheld Fan Ultra 2 berada di kisaran Rp1 juta, dengan kemungkinan ada diskon di waktu promosi tertentu. Setelah pengalaman dua minggu yang konsisten positif, ini terasa sebagai investasi yang lebih masuk akal dibanding terus membeli kipas portable murah yang gampang rusak dan akhirnya beli lagi. Build quality, performa angin yang sudah dibuktikan dengan alat ukur, daya tahan baterai, dan fitur tambahan sebagai senter dan power bank membuatnya terasa sebagai aksesori yang layak selalu dibawa setiap keluar rumah.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!