Highlight
Bestindotech- POCO F9 Ultra mencatat skor AnTuTu 4 juta poin dan Geekbench multi core sekitar 8.800 poin dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
- Baterai naik sekitar 20 persen menjadi 8050 mAh, dengan pengisian 9-100 persen hanya 48 menit memakai charger 100W bawaan.
- Harga SRP 14 juta rupiah, tapi sempat terjual 12,5 juta rupiah saat first sale di TikTok dan Tokopedia.
Where to Buy
4 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Ada momen di mana sebuah HP baru rilis dan langsung menimbulkan dua reaksi sekaligus: heran karena harganya, dan heran karena saking cepatnya stok habis di pasaran. Biasanya salah satu saja sudah cukup jadi bahan obrolan, tapi POCO F9 Ultra berhasil memicu keduanya sekaligus.
Unit Dark Cherry yang kami dapatkan pun bukan dari hari pertama penjualan, melainkan hari kedua, karena stok awal ludes lebih dulu. Di artikel ini kita akan membahas isi boks, kesan pertama memakainya, sekaligus membandingkannya langsung dengan generasi sebelumnya, POCO F8 Ultra.
Isi Kotak dan Kesan Pertama Dark Cherry

Boks POCO F9 Ultra menonjolkan tagline sound by Bose yang ditune bersama, dengan keterangan dibuat di Tiongkok untuk unit warna Dark Cherry yang kami terima. Di bagian atas tersedia casing, SIM ejector, dan kelengkapan standar lainnya, dengan casing bening yang menurut kami cukup rapi untuk dipakai sehari-hari.
Di bagian bawah boks ada kabel charging dengan dukungan 100W yang masih memakai port USB Type-C. HP-nya sendiri, POCO F9 Ultra Dark Cherry, langsung memberi kesan kuat begitu terlihat dari sela boks. Detail desainnya masih mempertahankan ciri khas seri F Ultra, dengan logo Bose di sisi kanan modul kamera dan susunan kamera yang mengumpul di sisi kiri.
Upgrade yang Dibawa dari F8 Ultra ke F9 Ultra

Dibandingkan POCO F8 Ultra, ada beberapa perubahan yang langsung terlihat maupun yang perlu dicoba dulu untuk dirasakan. Dari segi bobot, HP ini terasa sedikit lebih berat, warnanya juga baru, layarnya mengalami peningkatan, sektor kamera diperbarui, kapasitas baterai disesuaikan, dan yang paling mengejutkan adalah kehadiran fitur wireless reverse charging yang sebelumnya belum ada.
Perubahan-perubahan ini bukan sekadar detail tempelan. Masing-masing menyentuh aspek yang biasa dipakai pengguna setiap hari, mulai dari genggaman, visibilitas layar di luar ruangan, sampai kemampuan HP untuk mengisi daya perangkat lain tanpa kabel.
Desain Dark Cherry yang Mengingatkan pada iPhone

Jika POCO F8 Ultra sebelumnya memakai material yang terkesan seperti bahan jeans, POCO F9 Ultra beralih ke tampilan Dark Cherry, warna yang namanya diambil dari istilah yang dipakai iPhone 18 Pro. Dari sisi samping, bentuknya memang mengingatkan pada desain iPhone, dan feel genggamannya pun mirip dengan iPhone Pro Max.
Selain Dark Cherry, tersedia juga varian Black yang punya kontras warna di bagian tombol power, memberi aksen berbeda dibanding versi Dark Cherry yang kami pakai. Satu detail baru yang menarik perhatian adalah fitur Dynamic Light yang kini bisa menyala mengikuti lagu yang sedang diputar, lengkap dengan efek berkedip sesuai irama. Fitur ini juga bisa dipakai untuk menampilkan notifikasi, dan semuanya bisa dikustomisasi lewat menu efek cahaya latar.
Untuk urusan audio, suara yang dihasilkan POCO F9 Ultra tergolong bagus, meski treble-nya terasa sedikit mendominasi dibanding bass. Bass sebenarnya masih terasa, tapi baru kentara kalau dibandingkan langsung dengan F8 Ultra. Tanpa perbandingan, nampolnya suara masih tetap terasa cukup untuk pemakaian normal.
Layar Terang yang Teruji di Bawah Matahari

Sektor layar jadi salah satu nilai jual kuat di POCO F9 Ultra. Peak brightness-nya mencapai 10.000 nits, meski ini hanya berlaku untuk 1 persen dari luas layar, misalnya saat hanya satu titik kecil yang perlu tampil seterang itu. Angka ini penting karena menunjukkan seberapa jauh layar bisa memaksa kecerahan di kondisi ekstrem, meski bukan representasi kecerahan layar secara keseluruhan.
Yang lebih terasa dalam pemakaian harian adalah HBM atau High Brightness Mode yang naik ke 2200 nits, padahal di pengujian sebelumnya angka 1800 nits saja sudah terasa sangat terang. Saat dipakai memotret atau mengakses media sosial di bawah terik matahari Indonesia, kecerahan ini sangat membantu visibilitas layar. Tanpa layar seterang ini, aktivitas di luar ruangan bisa jadi mengganggu karena layar sulit terbaca.
Detail lain yang tidak kalah penting adalah instant touch sampling rate yang mencapai 4800Hz. Ini berarti saat dipakai bermain game seperti Mobile Legends, respons sentuhan untuk memakai ulti atau skill lain terasa instan. Pada beberapa HP lain dengan touch sampling lebih rendah, terkadang perlu menyentuh layar beberapa kali sebelum perintah benar-benar terdeteksi, sementara di POCO F9 Ultra responsnya langsung kena di percobaan pertama.
Performa Gaming dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5

POCO F9 Ultra masih mengandalkan chipset yang sama dengan generasi sebelumnya, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5, dipadukan dengan konfigurasi RAM 16GB dan storage 512GB. Dari pengujian AnTuTu Benchmark versi 12, HP ini mencatat skor 4 juta poin, sementara Geekbench 7 mencatat skor multi core di angka 8.800an.
Angka-angka ini punya dampak nyata saat dipakai bermain game kompetitif seperti Mobile Legends, yang bisa dibuka dengan pengaturan frame rate hingga 165 fps, sebuah opsi baru yang belum ada sebelumnya. Dalam pengujian, rata-rata frame rate yang tercapai mentok di 164 fps, menandakan performa yang stabil dan lancar.
Untuk game mobile yang lebih berat seperti Wuthering Waves, dengan pengaturan custom di rata kanan dan target 60 fps, HP ini berhasil mempertahankan frame rate rata-rata di 59 fps. Pengalaman bermain terasa stabil dan lancar, meski suhu bodi terasa sedikit hangat di bagian sisi kiri, terutama saat sesi gaming berlangsung cukup lama.
Baterai 8050 mAh dan Fitur Reverse Charging

Salah satu perubahan paling mencolok ada di sektor baterai, yang kini naik sekitar 20 persen menjadi 8050 mAh. Kenaikan kapasitas sebesar ini biasanya berpengaruh langsung ke daya tahan pemakaian harian, terutama untuk pengguna yang sering bermain game atau merekam video dalam durasi panjang.
Dalam pengujian pengisian daya memakai charger 100W bawaan, POCO F9 Ultra butuh waktu 48 menit untuk mengisi dari 9 persen ke 100 persen. Durasi ini tergolong cepat untuk baterai berkapasitas besar seperti ini.
Fitur yang paling menarik perhatian justru ada di reverse charging. Sekarang HP ini mampu melakukan reverse charging dengan kecepatan 27 Watt, cukup untuk mengisi daya HP Xiaomi atau Redmi lain yang mendukung fast charging di kecepatan yang sama. Yang lebih mengejutkan, fitur reverse charging ini kini juga tersedia dalam versi wireless, tinggal menempelkan perangkat lain di bagian belakang HP untuk mulai mengisi daya tanpa kabel.
Lompatan Kamera dari 50MP ke 200MP
Sektor kamera POCO F9 Ultra mengalami peningkatan signifikan, dari sensor utama 50MP di generasi sebelumnya menjadi 200MP di generasi ini. Selain resolusi utama yang melompat jauh, jarak jangkauan telephoto juga diperpanjang menjadi 120mm, memberi fleksibilitas lebih untuk pemotretan jarak jauh.
Dari segi perekaman video, mode selfie mendukung resolusi 4K30, sementara kamera belakang bisa merekam hingga 4K60 dan bahkan tersedia opsi 8K. Perpindahan antar kamera, mulai dari ultrawide, main cam di 1x, hingga digital zoom 2x, optical zoom 5x, sampai zoom maksimal di 15x, bisa dilakukan secara langsung dari aplikasi kamera. Kombinasi resolusi tinggi dan jangkauan zoom yang lebih jauh ini membuat hasil jepretan telephoto maupun ultrawide terasa lebih fleksibel untuk berbagai kondisi pemotretan.
Tangkapan Sinyal yang Diperkuat Chip Baru

Selain sektor kamera dan baterai, POCO F9 Ultra juga membawa peningkatan di sisi konektivitas lewat chip baru bernama Xiaomi Surge T1 Plus Tuner. Chip ini dipasangkan dengan jumlah antena yang kini bertambah menjadi 7 buah.
Penambahan jumlah antena dan chip tuner baru ini biasanya berdampak pada stabilitas sinyal, terutama di area dengan kualitas jaringan yang kurang konsisten. Untuk pengguna yang sering berpindah lokasi atau berada di area dengan sinyal lemah, peningkatan di sektor ini bisa terasa langsung dalam pemakaian harian.
Harga yang Membuat Heran di Tengah Spesifikasi Lengkap

Setelah proses unboxing, perbandingan dengan generasi sebelumnya, hingga hands-on langsung, POCO F9 Ultra tetap menjadi HP yang mengherankan, bukan hanya karena mempertahankan fondasi hardware yang solid sekaligus menambahkan detail-detail kecil yang di-upgrade, tapi juga karena harganya.
SRP resmi POCO F9 Ultra berada di angka 14 juta rupiah, namun pada first sale kemarin, HP ini sempat terjual di harga 12,5 juta rupiah baik di TikTok maupun Tokopedia. Selisih 1,5 juta rupiah dari harga SRP ini jelas membuat banyak calon pembeli bergerak cepat, dan menjelaskan kenapa stoknya begitu cepat habis.
Bagi yang sejak lama mengincar seri POCO F namun sempat melewatkan seri F8 sebelumnya, ini jadi momen yang tepat untuk mempertimbangkan F9 Ultra. Meski promo di harga 12,5 juta mungkin sudah berlalu saat artikel ini terbit, harga SRP 14 juta untuk varian Ultra tetap terasa menarik dibanding spesifikasi yang ditawarkan. Varian Pro-nya pun layak dilirik bagi yang mencari opsi dengan harga sedikit lebih rendah.
Pada akhirnya, yang membuat POCO F9 Ultra menonjol bukan cuma satu aspek saja, melainkan kombinasi antara layar yang mampu tampil terang di bawah matahari, performa gaming yang responsif lewat touch sampling tinggi, baterai besar dengan reverse charging wireless, dan kamera yang melompat jauh ke resolusi 200MP, semuanya dibungkus dalam harga yang membuat banyak orang ikut terkejut saat stoknya ludes dalam waktu singkat.






Comment