Unboxing Samsung Galaxy Tab S12 Plus: Upgrade Efisiensi di Chip 3nm

Unboxing Samsung Galaxy Tab S12 Plus: Upgrade Efisiensi di Chip 3nm

Highlight

Bestindotech
  • AnTuTu Benchmark Tab S12 Plus mencatat skor 3,3 juta, naik sekitar 10% dari Tab S11 Ultra di 3,011 juta.
  • Baterai 10.600mAh dengan chip Dimensity 9500 berbasis 3nm membuat endurance versi GSM Arena naik dari 73 jam ke 94 jam.
  • Harga starting Tab S12 Plus Rp21.999.000, lebih hemat sekitar Rp10 juta dibanding iPad Pro M5 yang mulai Rp31.000.000 tanpa keyboard dan stylus.
Iklan Baseus

Where to Buy

2 products

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Membeli tablet flagship sekarang bukan cuma soal spesifikasi di atas kertas, tapi soal berapa lama baterai bertahan saat dipakai maraton nonton, seberapa kencang performa saat dipakai kerja, dan apakah harga yang dibayar benar-benar sepadan dengan paket yang didapat. Apalagi untuk tablet kelas atas, selisih harga puluhan juta dengan kompetitor jadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Samsung baru saja merilis tablet Android terbarunya, Galaxy Tab S12 Plus, lengkap dengan varian 5G. Menariknya, susunan varian kali ini berubah dari generasi sebelumnya, dan ada beberapa pembaruan yang membuat tablet ini layak dibahas lebih detail, mulai dari chipset baru sampai perubahan paket penjualan.

Harga dan Varian yang Berubah dari Generasi Sebelumnya

Harga Galaxy Tab S12+ mulai Rp21.999.000 untuk varian Wi-Fi

Untuk harga, Tab S12 Plus versi Wi-Fi dibanderol mulai Rp21.999.000, sedangkan versi 5G nambah sekitar Rp1.500.000 jadi Rp23.499.000. Kalau mau versi Ultra, harganya mulai Rp25.499.000 untuk Wi-Fi dan Rp27.999.000 untuk versi 5G.

Yang berubah dari generasi sebelumnya adalah susunan variannya. Kalau di S11 hanya ada versi reguler tanpa plus dan versi Ultra, sekarang di S12 varian Plus kembali hadir berdampingan dengan varian Ultra. Unit yang diunboxing kali ini adalah varian grey dengan storage 256GB dan RAM 12GB, sama seperti konfigurasi di varian Ultra. Perbedaan utama di antara kedua varian storage itu cuma ada di pilihan Wi-Fi atau 5G.

Keyboard dan S Pen Kini Jadi Satu Paket

Keyboard case Galaxy Tab S12+ dengan layout 70% dan tombol Galaxy AI

Perubahan paling kentara ada di kemasan penjualan. Kalau dulu keyboard dan S Pen dijual terpisah, sekarang Samsung membundling keduanya jadi satu paket untuk seluruh lini S12. Jadi begitu buka kotak, sudah ada tablet, keyboard case, dan S Pen sekaligus.

Keyboard case-nya punya pogo pin di bagian bawah dan bisa dilipat jadi stand untuk tablet berdiri. Travel key-nya memang terasa agak tipis, tapi masih nyaman dipakai mengetik, dengan layout sekitar 70% dan ada tombol khusus Galaxy AI. Sementara S Pen kembali menempel secara magnet di bagian belakang tablet, bukan tersimpan di dalam keyboard seperti generasi S10.

Ukuran Layar yang Jadi Titik Manis antara Ultra dan Reguler

Perbandingan spesifikasi layar Galaxy Tab S10+ dengan Galaxy Tab S12+

Setelah tahun lalu mencoba varian Ultra yang ukurannya hampir 15 inci, kali ini pengujian difokuskan ke varian Plus karena ukurannya terasa lebih sweet spot untuk dipakai sehari-hari. Layar Tab S12 Plus naik dari 12,4 inci di generasi S10 Plus jadi 12,6 inci, dengan panel yang masih sama yaitu Dynamic AMOLED 2X.

Rasio layarnya 16×10, yang berarti saat menonton konten YouTube dengan rasio 16×9, black bar yang muncul tidak akan sebesar saat nonton di iPad yang rasionya mendekati 4×3. Buat yang memang berniat menjadikan tablet ini sebagai perangkat hiburan utama, detail rasio layar seperti ini berpengaruh ke kenyamanan nonton dalam jangka panjang.

Lompatan Performa dari Chipset 3nm

Klaim resmi Samsung soal peningkatan CPU, GPU, dan NPU Galaxy Tab S12+

Peningkatan paling signifikan ada di chipset. Tab S12 Plus beralih dari Dimensity 9300 Plus berbasis 4nm ke Dimensity 9500 berbasis 3nm. Secara klaim resmi, Samsung menyebut kenaikan CPU mencapai 48%, GPU naik 67%, dan NPU untuk urusan AI melompat 141% dibanding S10.

Di pengujian AnTuTu Benchmark V12, Tab S12 Plus mencatat skor 3,3 juta, naik sekitar 10% dari skor Tab S11 Ultra di 3,011 juta. Di Geekbench 7, single core CPU naik 16%, tapi multi core justru turun sekitar 9,15%. Untuk GPU, Vulkan naik 10% dan OpenCL naik 16%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa peningkatan performa murni CPU dan GPU memang ada, meski tidak di semua aspek naik seragam.

Anomali Skor AI yang Ternyata Bukan Salah Chipset

Hasil GeekBench AI CPU dan GPU Galaxy Tab S11 Ultra dengan Galaxy Tab S12+

Hal yang cukup mengejutkan muncul saat pengujian Geekbench AI dengan Neural Network API. Skor single di S11 Ultra tercatat 1198, half precision di angka 9500-an, dan quantized di 12000. Tapi di Tab S12 Plus, skor single justru cuma 700-an, half precision 700-an, dan quantized 1600-an, jauh lebih rendah dari generasi sebelumnya.

Setelah ditelusuri, penyebabnya ternyata bukan dari performa chipset, melainkan ada pengurangan dari Google di Neural Network API pada Android 17. Buktinya, saat pengujian dipindah ke Geekbench AI CPU yang tidak melalui NNAPI, hasilnya justru naik sekitar 51% untuk half dan quantized size, sejalan dengan klaim Samsung soal peningkatan 60% di sektor AI. Artinya untuk fitur seperti clean up foto atau Photo Assist, proses di Tab S12 Plus seharusnya tetap lebih cepat berkat Neural Network Processing yang lebih kencang.

Baterai yang Lebih Awet Berkat Efisiensi Chip

Kapasitas baterai dan endurance Galaxy Tab S10+ naik di Galaxy Tab S12+

Kapasitas baterai naik dari 10.090mAh jadi 10.600mAh. Yang lebih menarik adalah endurance rating dari GSM Arena yang melompat dari 73 jam jadi 94 jam, naik sekitar 20 jam. Kenaikan ini jadi bukti nyata bahwa efisiensi dari chip 3nm memang berdampak langsung ke daya tahan baterai, bukan cuma soal kapasitas yang membesar.

Sayangnya ada catatan minus di baterai cycle. Rating resmi dari EU menunjukkan cycle baterai turun dari 2.000 jadi 1.200 saja. Ini jadi tren yang belakangan memang terlihat di berbagai perangkat, di mana kapasitas dan endurance naik tapi usia siklus baterai justru menyusut.

Fitur yang Masih Dipertahankan dari Generasi Sebelumnya

Tablet Samsung Galaxy Tab S12+ dengan tetesan air di layar
Tablet Samsung Galaxy Tab S12+ dengan tetesan air di layar

Ada tiga hal yang tetap dipertahankan Samsung di S12 Plus. Pertama, sertifikasi IP68 yang membuat tablet ini aman dari cipratan air dan debu, cocok untuk yang suka memakai tablet di area dekat air seperti bathtub. Fitur ini jadi nilai tambah karena kompetitor seperti iPad belum memiliki sertifikasi water and dust resistant setara.

Kedua, slot microSD yang bisa diperluas sampai 2TB tetap ada, ditambah dukungan SIM card untuk varian 5G. Ketiga, rasio layar 16×10 yang sudah dibahas sebelumnya tetap dipertahankan untuk kenyamanan konsumsi multimedia.

Hasil Gaming yang Stabil di Berbagai Beban

Tablet menampilkan gameplay Mobile Legends dengan benchmark result
Tablet menampilkan gameplay Mobile Legends dengan benchmark result

Pengujian gaming dimulai dari Mobile Legends dengan setting Ultra High, berjalan stabil di 60fps dengan suhu hanya 32 derajat dan baterai turun 3% dalam satu match. Lanjut ke PUBG Mobile dengan setting HDR dan frame rate ekstrim, stabilitas tetap di 60fps dengan suhu 31-33 derajat, dan baterai cuma turun 5% dalam 30-40 menit bermain, angka yang terbilang irit.

Untuk game yang lebih berat seperti Wuthering Waves dengan setting Ultra High dicap 60fps, rata-rata frame rate ada di kisaran 50-an fps dan masih terasa playable, meski saat combat ramai terasa ada frame drop. Suhu naik ke 35 derajat dan baterai turun 5% dalam 15 menit bermain, masih wajar untuk game seberat ini.

Emulasi Game PC yang Masih Terganjal Driver

Tablet menampilkan gameplay Sifu dengan informasi FPS dan suhu
Tablet menampilkan gameplay Sifu dengan informasi FPS dan suhu

Salah satu pengujian bonus yang dilakukan adalah mencoba game PC lewat emulator Android. Hasilnya cukup campur aduk. Hades, yang biasa jadi acuan benchmark game mobile dengan grafis 3D, sama sekali tidak bisa jalan, layarnya hitam meski audionya tetap terdengar. Shifu awalnya bisa dimainkan tapi kemudian mengalami frame drop akibat throttling dan akhirnya freeze.

Game yang justru lancar adalah Tennis Elbow 4, berjalan stabil di 60fps meski grafisnya tergolong sederhana. Sayangnya baterai yang terkuras cukup boros, mirip dengan Wuthering Waves, turun 5% hanya dalam 15 menit meski suhu tetap adem di 30 derajat. Penyebab utama masalah ini adalah driver GPU MediaTek yang belum semapan Snapdragon dalam urusan emulasi game PC, sehingga buat yang berniat membeli tablet ini khusus untuk main game PC atau Steam via emulator, ini belum jadi pilihan yang ideal untuk sekarang.

Konsumsi Baterai saat Menonton dan Pengisian Daya

Tablet menampilkan film Netflix dengan keterangan persentase baterai
Tablet menampilkan film Netflix dengan keterangan persentase baterai

Untuk kebutuhan menonton, satu episode One Piece Live Action season 2 berdurasi sekitar 1 jam dengan kecerahan 100% dan volume 80% hanya menghabiskan baterai dari 63% ke 53%, atau sekitar 10%. Kalau dihitung kasar dari kondisi penuh, tablet ini bisa dipakai nonton sampai 10 jam atau 10 episode dengan kecerahan maksimal, dan bisa lebih lama lagi kalau kecerahan diturunkan.

Untuk pengisian daya, pengujian dengan charger Rapa PowerZen Pro 60W menunjukkan dari baterai 0%, 10 menit pertama mendapat 10%, 40 menit sudah 50%, 60 menit mencapai 75%, dan baterai penuh dalam waktu 1 jam 40 menit. Hasil ini sesuai dengan klaim Samsung Super Fast Charging yang mendukung sampai 45W di sisi tablet, dengan headroom dari charger 60W yang membuat proses pengisian tetap adem.

Keyboard Pro dan Pengalaman Mirip Laptop

Tampilan dekat tablet dengan keyboard eksternal dan ponsel pendamping
Tampilan dekat tablet dengan keyboard eksternal dan ponsel pendamping

Selain keyboard case standar, Samsung juga menyediakan Pro Keyboard untuk kedua ukuran, baik Plus maupun Ultra. Versi Ultra-nya dilaporkan punya build quality metal dengan bentuk yang sudah menyerupai laptop, dikombinasikan dengan Samsung DeX untuk pengalaman kerja yang lebih mendekati laptop sungguhan.

Meski begitu, pengalaman ini belum bisa sepenuhnya menggantikan laptop. Dengan Android, Tab S12 Plus justru terasa lebih fleksibel dibanding iPad yang lebih fokus ke produktivitas, karena tablet ini tetap nyaman dipakai untuk entertainment sekaligus gaming tanpa mengorbankan performa.

Apakah Tab S12 Plus Layak Dibeli

Perbandingan ukuran dan tampilan antarmuka antara dua model tablet Samsung Galaxy Tab
Perbandingan tampilan antarmuka antara dua model tablet Samsung Galaxy Tab

Secara keseluruhan, Tab S12 Plus memberikan value for money yang menarik meski harganya tetap tergolong tinggi. Dibandingkan iPad Pro M5 yang harga retailnya mulai Rp31.000.000 belum termasuk keyboard dan Apple Pencil, Tab S12 Plus yang mulai Rp21.999.000 sudah termasuk keyboard dan S Pen dalam satu paket, selisih yang bisa mencapai Rp10 juta. Meski kalau dicek di pasaran dengan voucher, harga iPad Pro M5 bisa turun ke kisaran Rp24-25 juta, tetap saja itu belum termasuk aksesoris tambahan.

Yang perlu dipahami, peningkatan performa dari generasi S11 ke S12 memang ada, tapi tidak terasa dramatis. Nilai jual utama tablet ini justru ada di efisiensi, lewat chip 3nm yang membuat baterai lebih awet dan suhu lebih terjaga saat dipakai gaming maupun menonton seharian. Satu-satunya titik lemah yang nyata cuma soal emulasi game PC yang masih terganjal driver MediaTek, sementara untuk kebutuhan harian, hiburan, dan produktivitas ringan, tablet ini sudah terbukti bisa diandalkan.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Iklan Faber-Castell
Iklan Pelago