Highlight
Bestindotech- Setelah setahun pemakaian, Z Fold 7 tetap terasa futuristis berkat bodi tipis dan ringan yang mengalahkan iPhone 17 Pro Max.
- One UI 8.5 akhirnya membawa fitur cross-device ala AirDrop dan membuat baterai lebih efisien.
- Harga kini turun di bawah 20 juta dari rilis awal sekitar 28 juta, jelang generasi berikutnya.
Where to Buy
5 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Menilai sebuah smartphone lipat setelah setahun pemakaian memberi gambaran yang jauh berbeda dari kesan awal saat unboxing. Setelah kurang lebih satu tahun menemani keseharian, Samsung Galaxy Z Fold 7 sudah melewati fase bulan madu dan menunjukkan wajah aslinya, termasuk masalah yang muncul dan hal-hal yang membuatnya tetap dirindukan.
Pertanyaan besarnya sederhana. Dengan generasi baru yang sebentar lagi hadir dan kabarnya membawa perubahan form factor, apakah Z Fold 7 masih layak dibeli sekarang, atau lebih baik menunggu penerusnya? Untuk menjawabnya, mari telusuri pengalaman setahun memakai perangkat ini, dari harga, durabilitas, software, sampai kamera.
Harga yang Kini Jauh Lebih Bersahabat

Di pasaran pada Juli 2026, Z Fold 7 sudah bisa ditemukan di beberapa e-commerce dengan harga di bawah 20 juta, turun cukup jauh dari harga rilis awal yang sekitar 28 juta. Saat peluncuran memang ada promo upgrade storage gratis, sehingga harga aslinya kemungkinan sedikit di bawah angka itu. Melihat tren harga HP yang makin mahal, generasi berikutnya berpotensi mengalami perubahan harga yang signifikan, yang justru membuat harga Z Fold 7 sekarang terasa menarik.
Alasan Selalu Kembali ke Hape Lipat Ini

Tahun ini jadi masa yang seru bagi penggemar smartphone, karena brand seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi sudah merilis seri Ultra mereka secara resmi di Indonesia. Sempat ada perpindahan ke Oppo Find X9 Ultra, tapi ujungnya rasa kangen membawa kembali ke Z Fold 7, karena ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan perangkat foldable ini.
Keunggulan utamanya jelas, perangkat ini bisa menjadi hape sekaligus tablet, sehingga tidak perlu lagi membawa dua perangkat. Layar dalam yang luas sangat membantu produktivitas, memungkinkan membuka tiga bahkan empat aplikasi sekaligus saat perlu riset di luar. Konsekuensinya, saat menonton YouTube atau Netflix memang muncul banyak black bar di layar dalam karena rasio Z Fold 7 yang masih mempertahankan bentuk memanjang, sebuah karakter idealis smartphone lipat Samsung selama tujuh generasi.
Tipis dan Ringan yang Terasa dari Masa Depan

Kebiasaan memakai case sempat membuat lupa betapa tipisnya Z Fold 7. Saat kembali memakainya tanpa case karena case lama patah setelah lama tak dipakai, ketipisan dan keringanannya kembali terasa, memberi kesan futuristis yang masih kental. Bobotnya bahkan lebih ringan dari iPhone 17 Pro Max maupun S26 Ultra, membuatnya nyaman digenggam.
Kompromi muncul saat dipakai tanpa case. Ketika diletakkan di meja dengan sisi belakang menghadap bawah, wobble-nya cukup mengganggu, meski tidak jadi masalah bila diletakkan dengan sisi layar di bawah. Selain itu, membukanya jadi sedikit licin karena bodinya yang sangat tipis, sehingga saat tidak ada kuku kadang terpeleset. Dampaknya, perangkat ini kerap dibiarkan terbuka di layar besar sepanjang jam kerja dan baru ditutup setelah selesai.
Durabilitas yang Terbukti Tahan Pemakaian Panjang

Ketipisan Z Fold 7 memunculkan banyak pertanyaan soal durabilitas, dan kabar baiknya setelah setahun tidak ditemukan masalah berarti. Hinge-nya masih padat, tidak lembek maupun kendor. Keluhan lebih ke layar, di mana layar utama yang sudah memakai Gorilla Glass dan tidak dipasangi screen protector mengalami sedikit lecet kecil yang tidak terlalu terlihat, sementara di layar dalam ada bekas menyerupai kuku terutama mendekati crease tengah.
Di luar itu, durabilitas HP ini sudah banyak dibuktikan pihak lain. YouTuber Korea sempat mengujinya dengan buka tutup ratusan ribu kali, sementara Zack dari JerryRigEverything sengaja membelah layarnya untuk menunjukkan Z Fold 7 tidak mudah patah meski dihajar habis-habisan. Ini membuktikan jam terbang engineering Samsung yang tidak main-main. Soal crease, layarnya masih tergolong minimal, dan bagi yang tidak mempermasalahkan lipatan, keberadaan crease adalah hal wajar pada HP lipat, meski disebutkan ada HP lipat lain yang diklaim nyaris tanpa crease yang belum rilis di Indonesia.
Software Update yang Membawa Fitur Lama Ditunggu

Z Fold 7 menjadi smartphone pertama yang mendapat One UI 8, dan pada Juni 2027 sudah menerima update One UI 8.5 dengan cukup banyak perubahan elemen tampilan. Yang paling ditunggu adalah fitur berbagi antar perangkat menyerupai AirDrop, yang sebelumnya hanya ada di S26 Series dan akhirnya hadir di Z Fold. Penantiannya tergolong lama, sekitar empat sampai lima bulan sejak S26 rilis, sehingga ada harapan agar ke depan Samsung bisa menyeragamkan update untuk semua perangkatnya.
Satu sisi positif dari update ini yang sering dilaporkan di forum adalah baterai yang jadi lebih awet dan efisien setelah One UI 8.5. Ini menjawab salah satu keluhan sebelumnya, karena kapasitas 4400 mAh tergolong kurang besar untuk standar sekarang dan sering pas-pasan untuk sehari pemakaian. Kecepatan pengisian 25W juga tergolong pelan, meski penerusnya kabarnya akan mendukung Super Fast Charging 3.0 hingga 45W seperti S26.
Pengalaman Gaming yang Imersif dengan Sedikit Kompromi

Belakangan Z Fold 7 juga sering dipakai sebagai perangkat gaming, karena aplikasi seperti Game Hub dan Game Native membuatnya mampu menjalankan game PC dari Steam. Di layar dalam, pengalamannya terasa super imersif dan luas, berbeda dari bermain di gaming handheld atau TV. Chipset Snapdragon 8 Elite di dalamnya jadi salah satu yang terbaik untuk urusan ini, terutama dari sisi dukungan driver.
Kompromi datang dari desainnya yang tipis, membuat perangkat cukup agresif dalam throttling. Algoritma gaming Samsung memang cenderung menjaga suhu tetap adem demi keawetan dan mencegah baterai cepat drop, tapi di sisi lain membuat pengalaman bermain kurang optimal. Contohnya di Hades 2 yang tidak terlalu berat, throttling terasa jelas. Solusinya adalah memakai heatsink yang ditempel bersama cooler, yang terbukti efektif menjaga performa. Modul kamera yang masih slim membuat stiker heatsink bisa menempel maksimal, sekaligus membuat HP ini kompatibel dengan aksesori magnetik untuk mounting atau stand meski tampilannya kurang estetik.
Kamera yang Cukup Andal dengan Trik Khas Foldable
Dari sisi kamera, tidak ada peningkatan besar dibanding Z Fold 6, dengan perbedaan lebih ke pemrosesan gambar yang lebih baik berkat Snapdragon di dalamnya. Faktor ini sempat menjadi alasan berpindah ke Oppo Find X9 Ultra sebelum akhirnya kembali. Untuk kebanyakan kesempatan, kameranya sudah cukup diandalkan, terutama kamera utama 200MP, meski secara kelas mungkin setara S23 dan bukan yang terbaik saat ini, tapi tetap berfungsi baik.
Keunggulan yang tidak bisa ditiru HP biasa adalah kemampuan menjadikan layar sebagai monitor preview untuk kamera utama. Ini sangat bermanfaat untuk selfie lebar dengan lensa ultra wide sampai perekaman video saat nge-vlog, karena framing bisa langsung dicek. Di HP lain, hal ini biasanya butuh monitor mirroring tambahan yang merepotkan, sementara di sini cukup menghidupkan kamera dan menekan tombol selfie di bagian atas.
Menimbang Z Fold 7 di Ambang Generasi Baru

Setelah setahun, kesimpulannya terasa memuaskan. Z Fold 7 masih futuristis, tipis, nyaman, dengan hinge yang solid dan performa yang bisa diandalkan meski sesekali muncul kompromi kecil. Pada rentang harga sekarang, perangkat ini jadi sangat berharga, apalagi generasi berikutnya kemungkinan besar mengikuti tren harga yang naik.
Yang membuat momen ini menarik, akun resmi Samsung Indonesia sudah mengisyaratkan form factor Z Fold baru yang lebih kompak menyerupai paspor, yang kemungkinan hadir sebagai varian di samping Z Fold versi memanjang. Undangan resmi Samsung Galaxy Unpacked pun sudah keluar dengan tema A New Shape Unfolds, menandai babak baru yang akan disaksikan langsung lewat hands-on. Bagi yang sedang menimbang, Z Fold 7 di harga sekarang adalah pilihan yang matang, sementara yang penasaran dengan bentuk baru punya alasan kuat untuk menunggu sebentar lagi.







Comment