Highlight
Bestindotech- Di 2026 harga RAM dan SSD ikut naik, jadi upgrade RAM kini butuh 1,5-2 juta dan SSD 512GB di 1,2 juta.
- Laptop gaming di kelas 10-12 juta makin langka, sekarang minimal 15 juta untuk RTX 3050 4GB.
- Anes membagi rekomendasi per rentang harga, dari under 10 juta sampai personal choice di atas 20 juta.
Beli Produk
Membeli laptop di pertengahan 2026 terasa berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Krisis memori membuat hampir semua harga elektronik naik, dan pertanyaan yang muncul jadi sederhana tapi menyakitkan: masih adakah laptop yang benar-benar masuk akal untuk dibeli sekarang? Jawabannya ada, tapi kita harus lebih realistis soal apa yang bisa didapat di tiap rentang harga.
Sebelum masuk ke rekomendasi, ada satu hal yang perlu diluruskan. Semua harga di sini diambil dari marketplace, sehingga bisa berbeda kalau kalian belanja offline, cek langsung ke mall, atau kebetulan sedang beruntung dengan kupon promo. Beberapa opsi juga sengaja dipilih karena masih menyisakan ruang untuk upgrade, dan justru di situlah letak nilai sebenarnya di kondisi ekonomi seperti sekarang.
Harga RAM dan SSD yang Bikin Kita Harus Berhitung Ulang

Sebelum bicara laptop, ada baiknya tahu dulu berapa harga komponen upgrade saat ini. Untuk RAM tipe SODIMM yang dipakai laptop, DDR4 8GB sekarang ada di kisaran 1,5 jutaan, sedangkan DDR5 di 2 jutaan. Artinya kalau mau menambah RAM, siapkan dana sekitar 1,5 sampai 2 juta.
Untuk penyimpanan, SSD NVMe 512GB kini di kisaran 1,2 juta, dan yang 1TB di 2,5 juta. Angka ini masih bisa berbeda tergantung generasi PCIe dan mereknya. Anggap saja ini gambaran kasar untuk menghitung, karena keputusan akhir tetap kembali ke kebutuhan dan budget masing-masing. Dengan gambaran harga ini, setiap rekomendasi di bawah jadi lebih mudah dinilai untung ruginya.
Polytron Luxia Ryzen untuk yang Butuh Laptop di Bawah 10 Juta

Rekomendasi pertama dimulai dari kelas under 10 juta, yang bisa dibilang bare minimum untuk disikat di standar 2026. Pilihannya jatuh ke Polytron Luxia versi Ryzen. Kalau tahun lalu seri ini memakai Intel, tahun ini mereka mencoba AMD.
Di rentang 7 jutaan, laptop ini terasa cukup solid. Mengingat standar 2026 yang serba naik, Luxia bisa memberikan Ryzen seri 7000 dengan layar IPS dan keyboard yang sudah dilengkapi backlit. Trade-off-nya ada di RAM dan storage yang hanya 8GB dan 256GB, tapi setidaknya masih bisa di-upgrade. Nilai plus lainnya ada di garansi ADP plus 2 tahun yang cakupannya luas, bahkan sampai kasus perampokan.
Kondisi ini terasa cocok kalau kalian memang butuh laptop di harga segini. Tapi kalau masih ada ruang untuk menambah budget atau melanjutkan menabung, pilihan berikutnya bisa jadi pertimbangan yang lebih baik.
MacBook Neo Membuktikan Chip iPhone Ternyata Sekuat Itu

Naik ke kelas 10 jutaan, ada MacBook Neo yang sempat ramai dibahas. Apple ikut bermain di segmen laptop budget dengan cara yang tidak biasa, yaitu memakai chip iPhone alih-alih M-series untuk memangkas harga. Langkah ini kontroversial, tapi berhasil membuat kita sadar bahwa chip iPhone ternyata kuat, karena diberi beban OS Mac pun masih aman.
Kelebihan laptop ini dibanding kompetitornya ada pada standar Apple yang tinggi. Build quality-nya juara, layarnya cakep, keyboard dan touchpad-nya enak. Tidak ada aspek yang terasa kurang, sehingga untuk yang baru ingin mencoba MacBook atau pelajar yang mencari laptop untuk belajar, ini sudah lebih dari cukup.
Yang perlu dicatat, laptop ini kurang disarankan untuk kebutuhan profesional seperti mengedit dengan banyak layer atau menjalankan software berat. RAM 8GB yang tidak bisa di-upgrade menjadi limitasinya. Peruntukannya memang untuk penggunaan ringan, meski dalam pemakaian dua minggu untuk kerja, si Neo ini masih terasa aman.
Lenovo IdeaPad Slim 3 dan Realita Harus Puas dengan Kelas di Bawahnya

Di sinilah kenaikan harga 2026 terasa paling menyakitkan. Tahun lalu, Lenovo IdeaPad Slim 5 di kisaran 11 jutaan sudah memberikan Ryzen 7 seri HS, RAM 16GB, dan storage 512GB. Tahun ini, di harga yang mirip, kita harus puas dengan Lenovo IdeaPad Slim 3, seri yang secara hierarki ada di bawahnya.
Slim 3 memakai Ryzen 5 7535HS, tapi konfigurasi RAM dan storage-nya masih tertahan di 16GB dan 512GB. Seri IdeaPad ini terasa mantap untuk harganya, apalagi kalau kita memang harus menerima standar 2026. Semakin kita menengok ke belakang, semakin terasa nyeseknya.
Alasan seri Lenovo ini menarik adalah pendekatannya yang terasa thoughtful. RAM-nya memang disolder, tapi hanya satu keping, sementara satu slot lagi masih memakai SODIMM. Jadi bisa di-upgrade dengan mengganti keping 8GB menjadi 16GB agar totalnya 24GB. Storage-nya juga masih menyediakan satu slot SSD NVMe tambahan yang mendukung PCIe Gen 4. Untuk urusan upgradability, seri ini di harga 11.199.000 rupiah jelas bisa jadi opsi.
Asus TUF Gaming A15 sebagai Pintu Masuk Laptop Gaming

Buat yang menanti laptop gaming, kenyataannya sekarang sulit menemukannya di area 10 sampai 12 jutaan. Berbeda dari tahun-tahun lalu ketika Axioo Pongo 725 bisa memberi harga di 9 jutaan, sekarang minimal sudah di 15 juta, itu pun harus puas dengan RTX 3050 yang VRAM-nya hanya 4GB.
Setidaknya pilihan ini datang dari brand ternama, yaitu Asus TUF Gaming A15 dengan Ryzen 7 seri HS, RAM 16GB, dan storage 512GB. Masih bisa di-upgrade ke 24 atau 32GB, meski biayanya lumayan. RAM 16GB rasanya sudah cukup jadi bare minimum, walaupun Microsoft menyebut standar RAM sekarang di 32GB. Layarnya sudah 144Hz, yang memang jadi standar laptop gaming.
Seri TUF dipilih karena sudah terbukti dan banyak dipakai dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk kalian yang mau laptop gaming budget, seri ini bisa jadi good starting point untuk masuk.
MacBook Air M5 sebagai Lompatan dari MacBook Neo

Kalau kalian ingin MacBook yang lebih proper dibanding Neo untuk kebutuhan lebih berat, mau tidak mau harus naik ke seri Air. Dulu seri ini terasa sebagai seri budget, tapi kini makin mahal, baik karena speknya yang naik maupun nilai rupiah yang makin menurun.
Rekomendasinya ada di MacBook Air M4 best model, yang sejak tahun lalu RAM-nya sudah dinaikkan ke 16GB tanpa varian 8GB lagi. M4 juga sudah sangat kencang dan gap performanya dengan Neo terasa jelas. Seri ini ada di kisaran 15 jutaan di iBox, tapi kalau ingin varian 512GB, tambahannya besar sampai menyentuh 20 jutaan.
Karena itu, lebih masuk akal langsung ke seri M5 rilisan 2026, yang best model-nya standarnya dinaikkan ke 512GB, bukan lagi 256GB. Mengingat harganya yang berdekatan dengan M4 konfigurasi serupa, mengambil M5 sekalian jadi pilihan yang lebih logis karena juga lebih baru.
Asus TUF A14 sebagai Personal Choice di Atas 20 Juta

Semua rekomendasi di atas dibuat dengan mencoba berada di posisi kalian, berandai-andai di tiap rentang harga. Sebagai penutup, ada satu personal choice untuk budget di atas 20 juta dan di bawah 30 juta, yaitu Asus TUF A14 yang baru saja rilis.
Laptop ini memakai Ryzen AI Max 392 yang hanya mengandalkan IGP, tapi performanya kencang dengan klaim setara RTX 5060, padahal bukan GPU dedicated dan masih menyatu dengan CPU. Daya tariknya ada pada perpaduan ukuran dan mobilitas yang tidak jauh dari Mac, performa gaming yang menyamai laptop gaming normal, tapi tetap irit baterai saat dipakai kerja.
Laptop ini terasa menjawab semua checklist yang dibutuhkan. Harganya hampir 30 juta, angka yang tidak murah untuk seri TUF, apalagi tanpa GPU dedicated. Tapi begitu melihat, apalagi mencobanya, akan terasa alasan Asus memberi harga segitu.
Menutup dengan Catatan yang Realistis

Itulah rangkaian rekomendasi laptop di 2026. Semua yang disampaikan di sini adalah hasil riset dari banyak sesi mencoba berbagai laptop, sehingga sifatnya tetap subjektif. Kalau kalian punya rekomendasi yang lebih mantap, kolom komentar terbuka, siapa tahu jadi solusi juga untuk yang sedang bingung mencari laptop. Karena di kondisi harga seperti sekarang, keputusan yang paling tepat sering kali datang dari informasi yang paling jujur.

Comment